Polres Bima Kota Terus Usut Misteri Hilangnya Kifen di Gunung Sangiang
Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., dalam konferensi pers Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 17.00 WITA, memaparkan kronologi kejadian serta upaya pencarian yang telah dilakukan tim gabungan.
Peristiwa bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WITA. Korban bersama tiga rekannya berinisial MR, AD, dan KF berangkat dari Desa Sangiang menuju Pulau Sangiang menggunakan perahu milik Jamrud untuk berburu rusa di sekitar puncak Gunung Sangiang Api. Sejak saat itu, korban tidak kembali dan dinyatakan hilang.
Identitas korban diketahui bernama Kifen Jamrud (18), seorang petani yang berdomisili di Dusun Doroma, Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.
Laporan orang hilang pertama kali terdeteksi melalui patroli siber Polres Bima Kota pada Senin, 15 Desember 2025. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolres Bima Kota langsung membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencarian Orang Hilang.
Operasi pencarian melibatkan Polsek Wera, Tim SAR Kabupaten Bima, SAR Provinsi NTB, Tagana, serta masyarakat setempat. Namun, pencarian sempat dihentikan sementara pada 17 Desember 2025 atas permintaan keluarga korban akibat cuaca ekstrem dan kabut tebal di kawasan puncak gunung.
Pencarian kembali dilanjutkan pada akhir Desember 2025 dengan mendirikan posko di So Mananga. Dalam rangkaian penyelidikan, polisi mengamankan salah satu rekan korban berinisial AD. Dari hasil pemeriksaan, petugas menyita dua pucuk senjata api rakitan laras panjang yang digunakan untuk berburu.
AD kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Bima Kota karena melanggar Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin.
Upaya pencarian lanjutan dilakukan pada 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dengan melibatkan SAR Brimob Batalyon C Pelopor Satbrimob NTB, Polres Bima Kota, Polsek Wera, serta keluarga korban. Meski menghadapi medan ekstrem, tim baru menemukan kerangka kepala, tanduk menjangan, serta beberapa potongan tulang yang diduga tulang hewan. Keberadaan Kifen Jamrud hingga kini belum diketahui.
Kapolres Bima Kota menegaskan pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel.
“Polres Bima Kota bersama tim gabungan dan masyarakat akan terus melakukan upaya pencarian hingga korban ditemukan,” tegas AKBP Didik Putra Kuncoro.
Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan harapan Kifen Jamrud dapat segera ditemukan.(NM)





Post a Comment