Sidak Dua OPD, Sekda Kabupaten Bima Dorong Optimalisasi Kinerja ASN
Sidak tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan disiplin dan optimalisasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama memasuki triwulan terakhir tahun berjalan.
Dalam kegiatan tersebut, Sekda didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Agus Salim, M.Si., Sekretaris BKD dan Diklat Laily Ramadhani, S.STP., MM., Kabag Organisasi Raani Wahyuni, ST., MT., M.Sc., serta Kabag Administrasi Pembangunan Bohri Rahman, ST.
Di hadapan peserta apel, Adel menekankan bahwa pemenuhan hak ASN harus berjalan seiring dengan pelaksanaan kewajiban sebagai aparatur negara.
“ASN tidak bisa menuntut haknya kalau kewajibannya tidak dipenuhi. Kewajiban utama kita adalah mendedikasikan diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi etika kerja yang profesional sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tegasnya.
Selain kedisiplinan dan etika pelayanan, Sekda juga menekankan pentingnya tertib administrasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Setiap dokumen dinas diminta dikerjakan secara cermat dan mengikuti ketentuan tata naskah dinas yang berlaku.
Sementara itu, Sekretaris BKD dan Diklat Kabupaten Bima, Laily Ramadhani, mengingatkan seluruh ASN untuk tidak melakukan manipulasi presensi, termasuk menggunakan aplikasi pemalsu lokasi atau fake GPS selama jam kerja.
Menurutnya, pengawasan terhadap sistem presensi terus diperketat melalui pemanfaatan teknologi. BKD telah menerapkan fitur penolakan otomatis terhadap absensi yang terindikasi tidak sesuai ketentuan.
“Para pegawai harus lebih bijak dalam menggunakan sistem absensi. Saat ini BKD sudah menerapkan fitur tolak absen secara otomatis untuk mencegah segala bentuk manipulasi kehadiran,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan validitas data kehadiran sekaligus mendorong kepatuhan ASN terhadap ketentuan jam kerja.
Pada kesempatan yang sama, Kabag Organisasi Setda Kabupaten Bima, Raani Wahyuni, menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai ASN BERAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa paradigma birokrasi telah bergeser dari pola “dilayani” menjadi “melayani”, sehingga ASN dituntut menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian utama dari pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Paradigma birokrasi masa kini telah mengalami pergeseran fundamental: dari yang tadinya ‘dilayani’ kini bertransformasi menjadi pihak yang ‘melayani’. Di sinilah esensi utama dari ASN BERAKHLAK,” ujarnya.(NM)






Post a Comment