Gubernur NTB Pimpin Rakor Kolaborasi, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Untuk Kembangkan Mandalika


Mataram, Media NTB - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kolaborasi Pengembangan Pariwisata Mandalika yang digelar pada Rabu (4/2). Gubernur menegaskan bahwa rakor ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, ITDC, Polri, serta seluruh asosiasi dan pemangku kepentingan pariwisata dalam memajukan kawasan Mandalika sebagai destinasi unggulan.


Rakor tersebut dihadiri Bupati Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Moh. Faozal, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, Direktur Utama InJourney Maya Watono, serta jajaran manajemen anak perusahaan InJourney yang beroperasi di kawasan Mandalika.


“Ini adalah pertemuan koordinasi seperti ini yang pertama yang kita lakukan. Ini menunjukkan komitmen kita untuk kolaborasi dengan lebih baik. Untuk kemajuan pariwisata di NTB ke depannya”, pungkas Gubernur.


Dalam rakor tersebut, pemerintah provinsi dan kabupaten bersama ITDC serta para pemangku kepentingan pariwisata melakukan pemetaan berbagai isu strategis di kawasan Mandalika. Isu-isu yang dibahas meliputi konektivitas, ketersediaan hotel, penyelenggaraan MotoGP, persoalan lahan, serta sejumlah isu teknis lainnya. Selanjutnya, berbagai isu tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh tim teknis untuk diselesaikan secara bertahap.


“Termasuk tadi kita membahas tentang persiapan MotoGP. Kurang serius ape coba. MotoGP masih Oktober, masih bulan 9, 8 bulan sebelumnya kita sudah mulai membahas karena kita serius sekali ingin jadikan MotoGP ini benar-benar even yang berkelas, even internasional. Bukan hanya sukses secara kuantitas tapi juga sukses secara kualitas”, tegas Gubernur.


Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah yang menggagas rakor kolaborasi tersebut dan berharap forum serupa dapat dilakukan secara rutin.


“Kami memiliki accountibility terhadap pengembangan destinasi. Dari bandara, lalu juga ITDC sebagai anak perusahaan Injourney, lalu juga tadi cucu perusahaan (yaitu) MGPA sebagai pengelola sirkuit dan juga berbagai lini bisnis dari sektor aviasi dan pariwisata memang ini harus bersinergi dengan pemprov, pemkab bergotong royong untuk sama-sama mengembangkan destinasi. Banyak sekali isu yang memang harus selesaikan bersama-sama dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan isu-isu ini bersama untuk memberikan yang terbaik untuk NTB”, tegas Maya.


Menurut Maya, penyelenggaraan event merupakan salah satu katalis penting dalam pembangunan destinasi wisata. Event internasional seperti MotoGP tidak hanya menarik wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga berpotensi mendatangkan investor. Karena itu, keberlanjutan penyelenggaraan event kelas dunia perlu terus dijaga sebagai daya tarik pariwisata Indonesia.


Sementara itu, Bupati Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri membenarkan bahwa terdapat banyak isu strategis yang dibahas dalam rakor kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa setiap kelompok kerja (pokja) akan segera mengurai dan menindaklanjuti permasalahan sesuai bidang masing-masing agar dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.


Ia juga berharap dukungan media untuk membantu menyebarluaskan informasi positif terkait pembangunan pariwisata di NTB agar kepercayaan publik dan minat kunjungan wisatawan terus meningkat.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.