Wagub NTB Hadiri Pagelaran Seni Marvelous Wastra NTB, Dorong Pelestarian dan Pemberdayaan Penenun
Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan wastra khas Nusa Tenggara Barat melalui peragaan busana dan pertunjukan seni. Sebanyak 60 koleksi wastra dari berbagai daerah di NTB dipresentasikan, menjadikan acara ini tidak hanya sebagai ruang apresiasi budaya, tetapi juga sarana membangkitkan kepedulian dan empati masyarakat terhadap berbagai peristiwa alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai spektakuler dan sarat makna.
“Pagelaran ini bukan sekadar ajang menampilkan keindahan wastra, tetapi juga wujud kepedulian kolektif serta kecintaan terhadap tanah kelahiran dan warisan budaya daerah,” tuturnya.
Wagub juga menyoroti salah satu wastra khas NTB, Muna Pa’a dari Kabupaten Dompu, yang dinilai memiliki kekhasan dan nilai estetika tinggi serta telah memperoleh apresiasi di berbagai kesempatan.
“Pengembangan wastra daerah tidak hanya diarahkan untuk dikenal secara nasional dan internasional, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan para penenun sebagai penjaga nilai dan identitas budaya,” ungkapnya.
Ia pun mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dompu untuk terus memberikan perhatian serius kepada para penenun agar Muna Pa’a tetap lestari dan tersedia secara berkelanjutan, khususnya di wilayah Hu’u dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia, menyampaikan bahwa wastra bukan sekadar produk budaya, melainkan memiliki peran penting dalam penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Di balik setiap helai wastra terdapat kerja keras para ibu dan perempuan yang menggantungkan harapan hidup dari kerajinan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, wastra NTB, termasuk Muna Pa’a, memiliki nilai budaya yang tinggi sekaligus potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara berkelanjutan, terorganisir, dan mendapat dukungan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, TP PKK Provinsi NTB mendukung penuh upaya pelestarian dan pengembangan wastra daerah agar terus hidup, berkembang, serta mampu meningkatkan pendapatan keluarga para perajin.
Sinta juga menekankan bahwa pengenalan wastra ke tingkat nasional dan internasional harus diiringi dengan kesiapan di hulu, terutama melalui perhatian, pendampingan, dan pemberdayaan para penenun dan perajin. Dengan demikian, wastra tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga sumber penghidupan yang bermartabat.
Melalui momentum kegiatan tersebut, Sinta mengajak seluruh kader PKK, masyarakat, dan generasi muda untuk mencintai, menggunakan, serta mempromosikan wastra NTB dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus mendukung ekonomi keluarga dan daerah.
(serly/her/nm)





Post a Comment