HUT ke-18 KLU, Wagub NTB Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya dan Jaga Alam sebagai Warisan Generasi


Lombok Utara, Media NTB – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan sektor pariwisata dengan pelestarian adat, budaya, dan lingkungan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.


Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (21/7/2026).


Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Ummi Dinda menegaskan bahwa keterbukaan masyarakat terhadap perkembangan pariwisata harus tetap berjalan seiring dengan komitmen menjaga identitas budaya dan kelestarian alam.


"Lombok Utara memiliki keistimewaan dengan kawasan gili yang telah menjadi ikon dunia dan daya tarik wisatawan. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus terus bergandengan tangan menjaga alam serta melestarikan budaya sebagai warisan paling berharga bagi anak cucu kita," ujarnya.


Menurutnya, usia ke-18 menjadi simbol kedewasaan Kabupaten Lombok Utara. Layaknya seorang pemuda yang sedang berada pada masa penuh energi dan optimisme, daerah ini dinilai memiliki semangat besar untuk terus maju melalui semangat kolektif Keruan Bagus.


"Kita menjadi saksi bagaimana Gumi Dayan Gunung bangkit dari berbagai ujian dan mampu berdiri kokoh dengan fondasi gotong royong," katanya.


Wagub juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan tasyakuran HUT yang dirangkaikan dengan Parade Budaya dan Parade Desa. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kekayaan identitas budaya masyarakat Lombok Utara.


Dentuman gendang beleq, keindahan kain tenun sesek, serta partisipasi desa-desa dalam menampilkan potensi lokal menjadi bukti bahwa budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.


Selain kekayaan budaya, Ummi Dinda menilai keharmonisan kehidupan antarumat beragama di Lombok Utara merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan daerah.


"Desa-desa di Lombok Utara adalah ujung tombak pembangunan. Jika desa mandiri dan budayanya tetap lestari, maka daerah ini akan semakin maju dan sejahtera," tuturnya.


Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, peringatan HUT ke-18 bukan sekadar menandai bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat tekad untuk melanjutkan pembangunan.


"Delapan belas tahun adalah perjalanan mimpi, harapan, dan perjuangan yang harus terus kita bangun bersama. Momentum ini menjadi semangat untuk mewujudkan Kabupaten Lombok Utara yang semakin berkembang, mandiri, dan sejahtera," tegasnya.


Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara tahun ini tampil berbeda dengan menghadirkan Parade Budaya dan Parade Desa yang menampilkan berbagai produk unggulan, kerajinan lokal, serta potensi budaya masyarakat Gumi Tioq Tata Tunaq. Acara tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat budaya lokal sebagai kekuatan pembangunan sekaligus daya tarik pariwisata.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.