KDKMP Jadi Penggerak Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa


Mataram, Media NTB - Pemerintah Provinsi NTB memperkuat sinergi Desa Berdaya Transformatif dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem.


Penguatan tersebut dilakukan melalui Diklat KDKMP di 40 Desa Berdaya Transformatif sekaligus launching model graduasi kemiskinan ekstrem berbasis KDKMP di Aula UPTD Balai Diklat Koperasi UKM NTB, Selasa (18/8/2026).


Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, KDKMP harus mulai bergerak memanfaatkan potensi ekonomi desa tanpa menunggu bantuan maupun pembangunan gerai.


Menurut Iqbal, koperasi harus menjadi penghubung antara petani, nelayan dan pelaku usaha desa dengan pasar, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).


“Yang anda butuhkan untuk memulai usaha di KDMP bukan gerai, bukan modal. Yang anda butuhkan adalah HP dan HP itu sudah jadi,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Wirawan mengatakan, program Desa Berdaya Transformatif 2026 menyasar 40 desa dengan 5.162 keluarga penerima manfaat (KPM).


Melalui model graduasi, KPM didorong menjadi anggota KDKMP sekaligus pelaku usaha mikro. Dengan demikian, mereka tidak lagi hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mulai membangun kemandirian ekonomi.


Pengurus KDKMP juga dibekali kemampuan pengembangan usaha, manajemen keuangan, pemasaran, digitalisasi koperasi, serta strategi pemberdayaan anggota.


Pemprov NTB berharap sinergi ini mampu menghubungkan potensi ekonomi desa dengan pasar, termasuk SPPG dalam program MBG, sehingga pertanian, peternakan dan perikanan dapat berkembang sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.


KDKMP didorong bukan sekadar menjadi koperasi, tetapi menjadi mesin pemberdayaan dan penggerak masyarakat menuju kemandirian ekonomi.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.