UM Bima Buka Dua Prodi Baru, Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045


Bima, Media NTB Mandiri - Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) resmi meluncurkan dua program studi baru, yakni Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Program Studi Kesehatan Lingkungan pada Fakultas Kesehatan.

Peluncuran berlangsung di Auditorium H.M. Thayeb Abdullah, Kampus 1 UM Bima, Kamis (20/8/2026), dirangkaikan dengan Simposium Kebangsaan bertema “Maja Labo Dahu: Menguatkan Pancasila dan Demokrasi untuk Indonesia Emas 2045.”


Dekan FKIP UM Bima, Dr. Ihlas, S.Pd.I., M.Pd., S.H., mengatakan kehadiran Prodi PPKn memiliki posisi strategis dalam memperkuat pendidikan kebangsaan. Menurutnya, PPKn tidak hanya berorientasi pada penyiapan tenaga pendidik, tetapi juga membentuk generasi yang memahami Pancasila, demokrasi, konstitusi, serta memiliki karakter dan integritas sebagai warga negara.


“PPKn sangat penting karena mengajarkan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Rektor I UM Bima, Dr. Syamsuddin, S.H., M.H., menegaskan bahwa Pancasila harus ditempatkan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang mampu menjawab tantangan perubahan sosial, sekaligus memperkuat karakter generasi muda melalui nilai keberagamaan, kemanusiaan dan nasionalisme.


Dalam konteks tersebut, UM Bima didorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga berperan menjaga nilai kebangsaan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan akademik.


Angkat Filosofi Maja Labo Dahu

Simposium kebangsaan menjadi bagian penting dalam peluncuran Prodi PPKn. Penggunaan filosofi Maja Labo Dahu dinilai relevan dengan karakter dan nilai budaya masyarakat Bima.


Filosofi tersebut mengandung pesan moral agar setiap individu memiliki rasa malu dan takut melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai kebaikan.


Simposium menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua IGI Kabupaten Dompu Ida Faridah, S.Pd., budayawan Bima N. Marewo, Dandim 1608 Bima Letkol Arm Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., serta Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI NTB Kota Bima dan Kabupaten Bima Fahmi Hatib, S.Pd., M.Pd.


Beragam perspektif dibahas, mulai dari pendidikan kebangsaan, budaya, pertahanan, demokrasi hingga tantangan generasi muda menghadapi perubahan zaman.


Kesehatan Lingkungan Jawab Kebutuhan SDM

Selain PPKn, UM Bima juga membuka Program Studi Kesehatan Lingkungan. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang kesehatan lingkungan yang semakin kompleks.


Persoalan sanitasi, kualitas air, pengelolaan limbah, kesehatan lingkungan permukiman serta berbagai risiko kesehatan akibat faktor lingkungan membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.


Peluncuran dua program studi tersebut menjadi bagian dari pengembangan UM Bima untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.


Dengan hadirnya PPKn dan Kesehatan Lingkungan, UM Bima memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah maupun agenda Indonesia Emas 2045.(DN)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.