ASEAN Symposium Hadirkan Pertukaran Gagasan Mahasiswa Indonesia-Malaysia


Media NTB, Jakarta — Pertukaran gagasan mahasiswa Indonesia dan Malaysia mengemuka dalam ASEAN Symposium on Higher Education yang digelar di Kampus Binus University @JWC, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Binus Business School & FDCHT Binus University bersama PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Simposium menjadi ruang perjumpaan akademik lintas negara yang mempertemukan mahasiswa untuk berdiskusi, menguji gagasan, serta membangun perspektif bersama mengenai berbagai tantangan pendidikan dan bisnis di kawasan ASEAN.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung dalam format diskusi, tetapi juga melibatkan mahasiswa secara aktif melalui Case Study Competition. Dalam sesi tersebut, peserta ditantang menganalisis sejumlah persoalan kompleks dan merumuskan solusi strategis yang relevan dengan dinamika pendidikan tinggi serta ekosistem bisnis di kawasan regional.

Pertukaran gagasan berlanjut melalui Student Symposium yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor utama diskusi. Forum ini mempertemukan delegasi mahasiswa PERMATA UKM dengan kelompok pergerakan pemikiran Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP).

Kedua kelompok mahasiswa bertukar perspektif mengenai berbagai tantangan kontemporer sekaligus mendiskusikan peran generasi muda dalam pengembangan pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Forum tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi pendidikan tinggi antarnegara dapat dibangun tidak hanya melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga melalui interaksi dan pertukaran gagasan antarmahasiswa. Pertemuan lintas negara menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal perspektif berbeda, memperluas jejaring akademik, serta mengembangkan gagasan yang relevan dengan tantangan regional.

ASEAN Symposium on Higher Education merupakan inisiatif bersama South East Asia Academic Mobility (SEAAM) dan FDCHT Binus University, dengan melibatkan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dan UCYP University sebagai mitra perguruan tinggi.

Melalui forum tersebut, kolaborasi pendidikan tinggi diharapkan berkembang dari sekadar pertukaran gagasan menjadi jejaring kerja sama yang membuka ruang lebih luas bagi mobilitas mahasiswa, pengembangan kapasitas akademik, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi lintas negara di kawasan ASEAN.(MA)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.