Gubernur NTB Paparkan Potensi Pariwisata dan Energi Terbarukan kepada Menteri Pembangunan Internasional Kanada


Mataram, Media NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal memaparkan potensi unggulan daerah kepada Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Singh Sarai, dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Gedung Bank NTB, Mataram, Sabtu (10/01/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan fokus pada pengembangan pariwisata dan energi terbarukan.


Gubernur NTB didampingi Ketua TP PKK NTB, Sinta Agarthia, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam paparannya, Gubernur menjelaskan arah pembangunan NTB yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, ekonomi hijau, dan pembangunan inklusif.


Gubernur menegaskan bahwa NTB merupakan wilayah strategis Indonesia dengan keunggulan di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, energi terbarukan, hingga sumber daya mineral, yang seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Di sektor pariwisata, NTB memiliki 265 destinasi wisata yang terdiri dari wisata alam, budaya, religi, buatan, dan petualangan. Selain itu, terdapat 375 desa wisata dengan 93 desa telah memenuhi standar nasional. Sektor ini telah menyerap 422.498 tenaga kerja dan didukung oleh ribuan pelaku usaha pariwisata serta infrastruktur berupa 1.078 hotel yang tersebar di kawasan wisata NTB.


Untuk mendukung pariwisata berkualitas, Pemerintah Provinsi NTB terus meningkatkan konektivitas melalui pembukaan rute penerbangan domestik dan internasional. Ke depan, NTB menargetkan rute langsung ke sejumlah kota internasional serta pengembangan transportasi wisata berbasis pesawat amfibi (seaplane), yang menjadi salah satu peluang kerja sama dengan perusahaan asal Kanada.


Selain pariwisata, Gubernur NTB juga memaparkan posisi NTB sebagai lumbung pangan nasional. Produksi padi dan jagung NTB tergolong tinggi, didukung sektor peternakan dan perikanan yang menghasilkan komoditas unggulan seperti daging sapi, udang vaname, rumput laut, tuna, dan cakalang. Potensi tersebut membuka peluang investasi dalam hilirisasi industri pangan dan pengembangan ekonomi biru.


Di bidang energi terbarukan, NTB memiliki potensi panas bumi dan tenaga angin dengan kapasitas signifikan di sejumlah wilayah. NTB juga memiliki cadangan mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, dan pasir besi yang telah menghasilkan produk bernilai tambah.


Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Singh Sarai, didampingi Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia Jess Dutton, menyampaikan apresiasi atas paparan dan sambutan Pemerintah Provinsi NTB. Ia menyatakan ketertarikan Kanada untuk memperluas kerja sama, khususnya di bidang energi berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, kesehatan reproduksi, dan pendidikan.


Ia menegaskan bahwa Kanada memandang kerja sama dengan NTB sebagai peluang strategis untuk mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.


Gubernur NTB berharap pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan strategis antara NTB dan Kanada, mencakup pengembangan pariwisata berkelanjutan, hilirisasi sektor pangan dan kelautan, pengembangan energi terbarukan dan industri hijau, serta transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

(jm/dyd/nm)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.