Gubernur NTB Resmikan Purna Pugar Dua Vihara di Lombok Utara, Tegaskan Kepemimpinan Inklusif
Kabupaten Lombok Utara dikenal sebagai salah satu daerah dengan kehidupan keberagamaan yang harmonis. Dari Desa Lenek sendiri tercatat lebih dari 40 bhikkhu dan calon bhikkhu, menjadikannya sebagai desa penyumbang bhikkhu terbanyak dari satu desa di Indonesia. Para bhikkhu asal Lombok Utara tersebut kini mengabdi di berbagai daerah di Tanah Air.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengaku terharu dan bangga dapat hadir langsung di tengah umat Buddha pada momentum penting tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud komitmen kepemimpinan yang adil dan inklusif bagi seluruh umat beragama.
“Setiap kali saya memohon doa kepada masyarakat, saya selalu meminta didoakan agar menjadi pemimpin yang amanah dan adil. Dalam Islam, keadilan adalah parameter utama kepemimpinan. Ketika keadilan hilang, maka hilang pula esensi kepemimpinan,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir dan berlaku adil kepada seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang keyakinan.
“Sebagaimana kami menyayangi umat Islam, demikian pula kami ingin menyayangi umat Buddha, Hindu, Kristiani, dan seluruh umat beragama lainnya. Inilah hakikat kepemimpinan,” tegasnya.
Gubernur Iqbal juga menilai tingkat kesejahteraan masyarakat dapat tercermin dari kondisi rumah ibadahnya. Menurutnya, vihara yang berdiri megah di Desa Lenek merupakan cerminan kemajuan sosial dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Ini bukan sekadar bangunan keagamaan, tetapi juga simbol kemajuan sosial,” katanya.
Ia menambahkan, vihara tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemenuhan kebutuhan spiritual, tetapi juga sebagai ruang sosial, budaya, bahkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal turut menyoroti kuatnya toleransi di KLU yang menurutnya merupakan daerah yang aman, terbuka, dan damai. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah mozaik, di mana keindahan justru lahir dari keberagaman yang saling melengkapi.
Selain itu, Gubernur Iqbal juga menyampaikan rencana pembangunan di KLU, di antaranya menghadirkan salah satu universitas negeri serta pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) dalam waktu dekat.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Sangha Agung Indonesia, Khemacera Mahathera, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan umat Buddha terhadap pembangunan vihara. Ia menyebut Desa Lenek telah mencatatkan rekor nasional sebagai desa dengan jumlah bhikkhu dan calon bhikkhu terbanyak.
Ketua Panitia Purna Pugar, Barsingan Purnabhuga, menjelaskan bahwa renovasi dilakukan karena bangunan lama sudah tidak memadai untuk menampung aktivitas umat yang terus berkembang. Pembangunan berlangsung selama sekitar enam bulan dengan total anggaran kurang lebih Rp900 juta, yang sebagian besar berasal dari swadaya masyarakat.
Peresmian purna pugar dua vihara ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi, kesejahteraan, dan kebersamaan dapat tumbuh seiring, menjadikan Lombok Utara sebagai salah satu wajah terbaik kerukunan umat beragama di NTB.
(rido/jmy/nm)






Post a Comment