Gubernur Perintahkan Penanganan Cepat Banjir di Lombok Barat dan Lombok Tengah, Satu Warga Meninggal
Gubernur menekankan agar penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur dengan prioritas utama keselamatan masyarakat, mengingat kondisi banjir di sejumlah lokasi masih belum surut.
Pemerintah Provinsi NTB juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar mendesak bagi warga terdampak, seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak.
Juru Bicara Pemprov NTB yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terbaru BPBD NTB, terdapat satu korban jiwa akibat banjir di Lombok Barat.
“Korban meninggal dunia atas nama Ibu NR (69), warga Kecamatan Sekotong, Lombok Barat,” jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan assessment langsung di lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan. Penanganan di lapangan melibatkan personel TRC-PB, TNI/Polri, aparatur desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat.
“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan optimal dan seluruh upaya untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” tegas Ahsanul Khalik.
Di Kabupaten Lombok Barat, banjir melanda Kecamatan Sekotong, Desa Persiapan Pengantap, dengan 570 KK atau 1.711 jiwa terdampak, dan hingga kini kondisi banjir dilaporkan belum surut.
Sementara di Kabupaten Lombok Tengah, banjir terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya meliputi Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, serta meluas ke Kecamatan Praya Barat, Desa Selong Belanak.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 23.00 WITA, di Desa Montong Ajang tercatat 50 KK dengan 50 unit rumah terendam, sedangkan di Desa Kabul terdapat 250 KK dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Desa Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Hamzi Fikri, memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana dan prasarana penanganan darurat guna mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir. Sementara itu, Kepala BPBD NTB Sadimin serta Kepala Dinas Sosial NTB Masyhuri bersama Baznas NTB terus melaporkan perkembangan kondisi lapangan dan kesiapan dukungan logistik bagi warga terdampak.
(nm/ins/jmy)





Post a Comment