Menuju Ketahanan Ekonomi Baru, KSB–KLU Jajaki Kerja Sama Pariwisata
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah dan Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, didampingi Wakil Bupati Lombok Utara serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari kedua kabupaten.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menegaskan pentingnya diversifikasi ekonomi daerah sebagai langkah strategis menghadapi masa depan pasca pertambangan. Ia mengungkapkan bahwa KSB saat ini tengah mempersiapkan lompatan ekonomi besar, mengingat izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi daerah akan berakhir pada tahun 2031.
“Kami adalah generasi yang akan menghadapi perubahan besar. Selama ini kami sangat bergantung pada tambang. Pada 2031, IUPK tersebut tidak ada lagi, sehingga kami harus mempersiapkan diri jauh lebih baik dan tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan,” tegas Bupati Amar.
Ia menekankan perlunya menumbuhkan klaster-klaster ekonomi baru berbasis potensi daerah, salah satunya melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan sebagai sektor unggulan non-pertambangan.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar menyambut baik inisiatif kerja sama lintas daerah tersebut. Dengan pengalaman KLU dalam mengelola destinasi wisata unggulan seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, ia menilai Kabupaten Sumbawa Barat memiliki potensi pariwisata yang kuat dan menjanjikan untuk dikembangkan secara bersama.
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan paket-paket wisata terintegrasi antarwilayah serta memperkuat daya saing pariwisata regional Nusa Tenggara Barat.
Pertemuan ditutup dengan diskusi teknis antar OPD kedua daerah terkait langkah tindak lanjut, mulai dari promosi bersama, pengembangan sumber daya manusia pariwisata, hingga penguatan infrastruktur pendukung sektor pariwisata.(NM)





Post a Comment