Pemkot Mataram Uji Coba Sistem 5 Hari Sekolah untuk SD dan SMP
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana saat memimpin Rapat Koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pendidikan Kota Mataram, Dinas Kesehatan Kota Mataram, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Mataram, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SD dan SMP Kota Mataram, Rabu (14/01/2026).
“Uji coba ini akan kita pantau secara berkelanjutan untuk menilai efektivitasnya, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kapasitas tenaga pendidik, hingga dampaknya terhadap kondisi fisik dan psikologis peserta didik,” ujar Wali Kota.
Didampingi Sekretaris Daerah Kota Mataram serta para Asisten Setda, Wali Kota menegaskan bahwa hasil uji coba akan menjadi dasar evaluasi sebelum kebijakan tersebut diambil secara resmi. Berbagai masukan, kendala teknis, serta catatan dari pihak sekolah dan orang tua akan dihimpun dan dikaji secara menyeluruh agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Secara teknis, penerapan sistem 5 hari sekolah hanya akan menambah jam belajar sekitar satu jam setiap hari di tingkat SD dan SMP. Skema ini diharapkan mampu membuat proses pembelajaran lebih efektif dan terstruktur, sekaligus membuka ruang penguatan karakter serta pengembangan minat dan bakat siswa melalui kegiatan non-akademik.
“Kami juga memberi perhatian serius terhadap respons orang tua dan pandangan masyarakat. Di sisi lain, sistem 5 hari sekolah memberikan waktu akhir pekan yang lebih luang, sehingga anak dan orang tua dapat memiliki waktu kebersamaan yang lebih berkualitas,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Mataram menegaskan bahwa setiap kebijakan pendidikan akan ditempuh secara bertahap, terukur, dan berbasis evaluasi, demi menjamin kepentingan terbaik bagi peserta didik.(NM)





Post a Comment