Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Berlangsung Khidmat


Sumbawa, Media NTB – Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah berlangsung khidmat di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa, Jumat malam (16/1/2026). Kegiatan keagamaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama masyarakat tersebut diawali dengan pelaksanaan shalat Maghrib berjama’ah.


Peringatan ini dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, mantan Bupati Sumbawa periode 2021–2025 Drs. H. Mahmud Abdullah, pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jama’ah Masjid Agung Nurul Huda.


Tausiyah disampaikan oleh Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov. Ia menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, melainkan peristiwa spiritual yang penuh hikmah dan lahir dari fase paling berat dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, setelah wafatnya Khadijah ra.


Menurutnya, puncak peristiwa Isra’ Mi’raj adalah diterimanya perintah shalat, yang menjadi fondasi utama kehidupan seorang muslim. Ia juga menekankan pesan simbolik perjalanan Rasulullah SAW yang dimulai dari masjid ke masjid.


“Tidak ada tempat yang lebih mulia di muka bumi ini selain masjid. Shalat adalah tiang agama dan menjadi mi’rajnya kaum muslimin,” ungkapnya.


Dea Guru Syukri mengajak masyarakat Sumbawa untuk memakmurkan masjid tidak hanya pada momentum seremonial, tetapi menjadikannya pusat ibadah, pembinaan akhlak, serta penguatan ukhuwah melalui shalat berjama’ah.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Sumatera. Bantuan yang dihimpun dari masyarakat Sumbawa sebesar Rp11.752.000, sementara Baznas Kabupaten Sumbawa menyalurkan bantuan sebesar Rp50.000.000. Penyerahan ini menjadi simbol kepedulian dan solidaritas masyarakat Sumbawa terhadap sesama.


Sementara itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa sejak awal kepemimpinannya telah mencanangkan gerakan shalat Subuh berjama’ah sebagai upaya membangun fondasi spiritual masyarakat.


Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Isra’ Mi’raj harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, tidak berhenti pada peringatan tahunan semata, tetapi tercermin dalam sikap, akhlak, dan tanggung jawab sosial.


“Shalat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi sarana membangun ketenangan jiwa, disiplin, dan kejujuran yang berdampak pada kualitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya.


Semangat tersebut, menurut Bupati, sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Sumbawa “Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge”, yakni takut kepada Allah SWT dan malu berbuat keburukan.


Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H di Masjid Agung Nurul Huda ditutup dengan pembacaan doa oleh Dea Guru Syukri Rahmat, dengan harapan Kabupaten Sumbawa senantiasa diberkahi, masyarakatnya dijaga dalam keimanan dan persaudaraan, serta seluruh amal ibadah menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

(yh/adr/nm)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.