Gubernur NTB Gandeng Bank Mandiri Aktifkan Koperasi Merah Putih
Gubernur Iqbal mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota telah memfasilitasi pembentukan sebanyak 1.166 KDKMP. Namun demikian, sebagian besar koperasi tersebut belum menjalankan aktivitas usaha secara nyata sehingga belum mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
“Alhamdulillah sudah terbentuk 1.166 KDKMP. Tapi yang benar-benar berjalan mungkin bisa dihitung dengan jari. Jangan sampai gagasan mulia Presiden ini gagal hanya karena kita tidak menemukan solusi implementasinya. Kita ingin mengembalikan kekuatan ekonomi itu dikuasai oleh desa,” tegasnya.
Untuk mencegah koperasi kembali mengalami mati suri, Gubernur menginisiasi skema pembiayaan non-tunai melalui kerja sama dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank Mandiri menjadi mitra awal dengan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp25 juta per koperasi sebagai stimulus usaha.
Menariknya, bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa barang kebutuhan usaha sesuai sektor koperasi, seperti pupuk dan sarana produksi pertanian. Skema ini dirancang agar koperasi langsung beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat.
“Saya menargetkan 50 koperasi percontohan tahun ini. Kita inkubasi dari awal. Diberi bantuan tapi bukan uang tunai. Misalnya koperasi pertanian butuh pupuk, kita bayarkan langsung ke Pupuk Indonesia, lalu koperasi menjualnya ke masyarakat. Terima kasih kepada Bank Mandiri yang berani mengambil langkah ini,” ujar Gubernur.
Program percontohan tersebut diharapkan menjadi model penguatan koperasi desa yang berkelanjutan, sekaligus mengembalikan peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Kegiatan ini turut dihadiri Regional CEO PT Bank Mandiri Wilayah Bali Nusa Tenggara Alexander Jonathan Patty, Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah, Asisten III Setda NTB Eva Dewiyani, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Wirawan. (NM)





Post a Comment