ITSRC Ekas Buana Didorong Jadi Pusat Inovasi Rumput Laut Tropis Dunia, Unram Perkuat Layanan Kesehatan Pesisir


Mataram, Media NTB - Komitmen penguatan riset kelautan dan pemberdayaan ekonomi pesisir di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus diperkuat. Selain membangun pusat riset rumput laut bertaraf internasional, Universitas Mataram juga mengembangkan Klinik Spesialis Kedokteran Kelautan sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di wilayah kepulauan.


Klinik tersebut dihadirkan untuk mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis sekaligus memperluas akses layanan medis yang lebih dekat dan berkualitas bagi masyarakat pesisir, khususnya di Lombok Timur. Langkah ini dinilai strategis mengingat karakteristik geografis NTB sebagai daerah kepulauan yang membutuhkan layanan kesehatan berbasis kemaritiman.


Di sektor riset dan inovasi, pengembangan ITSRC Ekas Buana menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi biru daerah. Pusat riset ini dirancang sebagai pusat unggulan penelitian rumput laut tropis melalui kolaborasi dengan para peneliti nasional dan internasional.


ITSRC akan dilengkapi laboratorium modern, fasilitas pengujian kualitas, sarana riset terpadu, hingga dukungan kapal penelitian untuk menunjang eksplorasi dan pengembangan teknologi budidaya. Fokus utamanya adalah peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, hilirisasi produk, serta penguatan daya saing rumput laut NTB di pasar global.


Pemerintah Provinsi melalui Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat optimistis keberadaan ITSRC akan mendorong Teluk Ekas berkembang sebagai pusat inovasi rumput laut tropis dunia. Kawasan ini dinilai memiliki potensi ekologis dan sosial ekonomi yang kuat untuk menjadi motor penggerak ekonomi pesisir berkelanjutan.


NTB sendiri dikenal sebagai salah satu sentra budidaya rumput laut nasional dengan ribuan pembudidaya tersebar di wilayah pesisir. Melalui kolaborasi riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta transfer teknologi dari ITSRC, diharapkan terjadi akselerasi peningkatan produksi sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.


Sinergi antara penguatan riset, pendidikan kedokteran kelautan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal ini menjadi langkah strategis menuju NTB sebagai pusat ekonomi biru nasional yang berdaya saing global.(Kom/Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.