Menkes RI Tinjau Progres RSUD Kota Bima, Siap Dukung Layanan KJSU-KIA
Kunjungan ini bertujuan memeriksa kesiapan fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima tipe C yang telah selesai dibangun pada Desember 2025 melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK). Selain itu, peninjauan dilakukan untuk memastikan implementasi program prioritas nasional KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak).
Kehadiran Menkes merupakan tindak lanjut dari peletakan batu pertama (groundbreaking) yang sebelumnya dilakukan pada Mei 2025. Momentum ini menjadi penegasan bahwa pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan target.
Wali Kota Bima, H. A. Rahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian serius pemerintah pusat terhadap sektor kesehatan di daerah.
“Merupakan kehormatan dan motivasi besar bagi Pemerintah Kota Bima atas kunjungan langsung Bapak Menteri Kesehatan. Dukungan DAK Bidang Kesehatan menjadi fondasi utama terwujudnya RSUD Kota Bima yang representatif dan modern,” ujarnya.
RSUD Kota Bima dibangun dengan kapasitas 100 tempat tidur menggunakan skema pembiayaan tahun jamak (multi years). Selain DAK, pembangunan juga didukung Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai bentuk komitmen daerah meningkatkan layanan kesehatan.
Gedung utama telah rampung pada 26 Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir penyelesaian, termasuk instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Kontrak pekerjaan berlangsung hingga Juli 2026, dengan rencana pemindahan peralatan dan persiapan operasional pada Juli–Agustus 2026. Peresmian direncanakan sekitar Agustus 2026 setelah pembangunan gedung rawat inap selesai sepenuhnya.
Dalam peninjauan tersebut, Menkes mengapresiasi progres pembangunan yang dinilai sesuai rencana. Ia menegaskan penguatan layanan rujukan di daerah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam peningkatan layanan prioritas KJSU-KIA.
Menkes juga optimistis RSUD Kota Bima berpotensi menjadi pusat layanan rujukan regional di wilayah Bima dan sekitarnya. Kementerian Kesehatan, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pemenuhan standar sarana dan prasarana medis, dukungan alat kesehatan, serta penyediaan tenaga kesehatan spesialis.
Pemerintah Kota Bima berharap sinergi pusat dan daerah terus diperkuat guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pembangunan RSUD ini tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi keselamatan dan kualitas hidup warga.
Dengan progres yang sesuai perencanaan, RSUD Kota Bima diharapkan segera beroperasi optimal dan menjadi tonggak baru pelayanan kesehatan modern, profesional, dan berstandar nasional di Kota Bima.(NM)





Post a Comment