NTB Tekan Stunting ke 13,39 Persen, Di Bawah Rata-rata Nasional


Mataram, Media NTB – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat capaian signifikan dalam penanganan stunting dengan prevalensi 13,39 persen per Desember 2025. Angka ini berada di bawah rata-rata nasional 18,8 persen dan melampaui target daerah 21,7 persen.


Memasuki Januari 2026, data by name by address mencatat 1.890 kasus stunting baru atau sekitar 0,6 persen dari balita yang dipantau. Kasus terbanyak terjadi di Lombok Tengah (653 kasus), Lombok Timur (545 kasus), dan Lombok Barat (479 kasus). Kabupaten Dompu menjadi satu-satunya daerah tanpa temuan kasus baru.


Kepala Dinas Kesehatan NTB Dr. dr. Lalu Hamzi Fikri menegaskan bahwa penambahan kasus tidak mencerminkan kemunduran, melainkan dinamika data yang bergerak setiap bulan. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi agar prevalensi stunting tidak kembali meningkat.


Penurunan stunting sejalan dengan visi NTB Sehat dan Cerdas yang diusung Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, dengan fokus intervensi dari hulu melalui penguatan gizi remaja putri, ibu hamil, dan keluarga.


Pemprov NTB mengandalkan pendekatan promotif dan preventif melalui program Aksi Bergizi, Makan Bergizi Gratis, serta penguatan sekitar 7.800 Posyandu dan 41 ribu kader di seluruh NTB.


Memasuki 2026, fokus utama diarahkan pada pencegahan stunting baru melalui skrining, pemantauan rutin, dan intervensi cepat berbasis wilayah, serta integrasi dengan program Desa Berdaya di 106 desa, termasuk 40 desa kemiskinan ekstrem.


Gubernur NTB melalui Juru Bicaranya Ahsanul Khalik mengapresiasi kerja kolektif seluruh pihak dan menyebut capaian ini sebagai modal penting untuk menjaga tren penurunan stunting secara berkelanjutan.


(RAB/Her/NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.