Gubernur Iqbal Pimpin Peninjauan Arus Mudik di Terminal, Bandara hingga Pelabuhan
Peninjauan dilakukan di Terminal Mandalika, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Pelabuhan Lembar, hingga pelepasan program Mudik Gratis jalur laut rute Lembar–Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Kapolda NTB Irjen Pol. Edi Murbowo, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjamsul Arief, Kajati NTB Wahyudi, serta unsur Forkopimda lainnya, termasuk Danlanud Zainuddin Abdul Madjid, Danlanal Mataram, Kepala Imigrasi Mataram dan jajaran pejabat Pemerintah Provinsi NTB.
Peninjauan dimulai di Terminal Mandalika untuk melihat langsung kesiapan pos pengamanan serta pelayanan keberangkatan penumpang angkutan darat menjelang puncak arus mudik. Pada kesempatan tersebut Gubernur juga menyoroti isu yang berkembang di masyarakat terkait harga tiket bus.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal mengatakan bahwa, perbedaan harga tiket tidak selalu berarti pelanggaran karena adanya variasi kelas layanan dan fasilitas bus.
“Tarif yang diatur pemerintah sebenarnya berlaku untuk kelas ekonomi. Sementara di lapangan banyak bus yang memiliki fasilitas tambahan seperti leg rest dan layanan lainnya. Karena fasilitasnya berbeda, maka kelasnya juga berbeda dan harga tiketnya ikut bervariasi,” jelas Miq Iqbal.
Meski demikian, Miq Iqbal menegaskan bahwa pemerintah bersama aparat penegak hukum telah mengingatkan perusahaan otobus agar tetap mematuhi batas harga tertinggi yang telah ditetapkan.
Ia juga menyoroti potensi persoalan yang muncul dari mekanisme penjualan tiket melalui pihak ketiga.
“Banyak pembeli tidak membeli langsung melalui perusahaan bus, tetapi melalui pihak ketiga. Di situlah sering muncul persoalan harga. Bahkan ada laporan adanya oknum yang memaksa penjualan tiket dengan harga tinggi demi mendapatkan komisi. Praktik seperti ini tentu harus ditertibkan,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur menilai fasilitas Terminal Mandalika secara umum sudah cukup baik, meskipun masih memerlukan penyempurnaan, baik dari sisi fungsi maupun penataan kawasan.
“Kita ingin terminal ini memiliki standar pelayanan yang baik, bahkan kalau bisa suasananya seperti di bandara. Pengaturan area publik dan area khusus penumpang juga perlu ditata lebih baik agar pelayanan semakin tertib,” ujarnya.
Dari Terminal Mandalika, rombongan melanjutkan peninjauan ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) untuk melihat langsung perkembangan arus penumpang menjelang Lebaran.
Gubernur Miq Iqbal mengungkapkan bahwa jumlah penumpang ternyata melampaui prediksi awal.
“Awalnya diperkirakan sekitar 8.000 penumpang pada H-4, namun ternyata sudah mencapai sekitar 9.000 penumpang. Ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun lalu dan bisa menjadi indikator membaiknya kondisi perekonomian masyarakat,” katanya.
Puncak arus penumpang diperkirakan akan terjadi pada H-3 Lebaran, dengan tujuan penerbangan paling diminati menuju Jakarta dan Surabaya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara telah menyiapkan tujuh penerbangan tambahan (extra flight).
Sementara itu, pergerakan penerbangan internasional masih terpantau normal, khususnya untuk rute dari dan menuju Malaysia dan Singapura.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian pada aspek keselamatan penerbangan, terutama terkait kondisi kesehatan kru pesawat di tengah meningkatnya frekuensi penerbangan menjelang Lebaran.
“Kami menyarankan agar dilakukan pemeriksaan kesehatan kru secara acak. Ini penting untuk memastikan seluruh kru dalam kondisi sehat dan fit sehingga keselamatan penerbangan tetap terjaga,” ungkapnya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Lembar, salah satu titik vital pergerakan penumpang dan kendaraan antara Lombok dan Bali.
Dari hasil pemantauan, arus penyeberangan keluar dari Pulau Lombok masih relatif normal, sementara arus kedatangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Tercatat terjadi kenaikan sekitar 20 persen pada arus kedatangan, baik barang, kendaraan maupun penumpang. Peningkatan paling terlihat pada kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah,” jelas Miq Iqbal.
Mayoritas arus kedatangan tersebut berasal dari Pelabuhan Padangbai, Bali, sementara arus keluar dari Lombok diperkirakan akan meningkat setelah Hari Raya Idul Fitri.
Terkait pengaturan lalu lintas penyeberangan, pemerintah akan menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) serta regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan keagamaan.
“Pada tanggal 18 penyeberangan dari Lombok akan ditutup hingga pukul 09.00 dan dibuka kembali pada tanggal 20 pukul 04.00 dini hari. Sementara dari arah Bali akan mulai ditutup pada tanggal 19,” terangnya.
Rangkaian peninjauan ditutup dengan pelepasan program Mudik Gratis Angkutan Laut 1447 H/2026 rute Lembar–Surabaya yang secara resmi dilepas langsung oleh Gubernur NTB.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Miq Iqbal menyampaikan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi laut.
“Program ini adalah hasil kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak. Bapak dan Ibu bukan hanya mendapatkan perjalanan gratis, tetapi juga perlindungan asuransi selama perjalanan. Mudah-mudahan perjalanan lancar dan semua sampai dengan selamat di kampung halaman,” ujarnya.
Miq Iqbal juga berharap program mudik gratis dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Mohon do'anya agar tahun depan kita bisa menggratiskan lebih banyak lagi perjalanan mudik. Tahun ini jumlahnya sudah meningkat dibandingkan tahun lalu, dan kita berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang bisa difasilitasi,” katanya.
Menutup kegiatan tersebut, Gubernur secara resmi melepas keberangkatan para pemudik menuju Pulau Jawa.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, mudik gratis jalur laut dari Lombok menuju Surabaya secara resmi saya lepas. Selamat jalan, semoga perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB bersama Forkopimda untuk memastikan arus mudik Lebaran berlangsung aman, tertib, dan nyaman, sekaligus memastikan seluruh simpul transportasi di NTB siap melayani masyarakat selama periode mudik tahun ini.(NM)





Post a Comment