Pastikan Alkes dan Ambulans RSUD Tahun 2027, Wali Kota Bima Temui Menkes RI Budi Gunadi Sadikin
Audiensi yang berlangsung di Aula Cut Meutia Lt 2 Blok A Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Pusat tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Bima dalam meningkatkan fasilitas layanan kesehatan modern bagi masyarakat.
Pertemuan ini membahas rencana pemenuhan sarana dan prasarana alat kesehatan (alkes) untuk RSUD Kota Bima, Puskesmas, dan Labkesda guna meningkatkan kapasitas serta mutu pelayanan kesehatan, baik primer maupun rujukan.
Sebelumnya, pada 27 Februari 2026, Menteri Kesehatan telah meninjau langsung pembangunan gedung utama RSUD Kota Bima yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI.
Secara fisik, gedung utama RSUD telah rampung pada 26 Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir pekerjaan finishing serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Masa kontrak pekerjaan berlangsung hingga Juli 2026.
Proses pemindahan peralatan medis dan persiapan operasional dijadwalkan pada Juli–Agustus 2026, dengan peresmian RSUD Kota Bima direncanakan pada Agustus 2026 setelah seluruh pembangunan, termasuk gedung rawat inap, selesai sepenuhnya.
Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan RI terhadap pembangunan RSUD Kota Bima.
“Pembangunan RSUD ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjamin keselamatan serta meningkatkan kualitas hidup warga Kota Bima dan sekitarnya,” ungkapnya.
RSUD Kota Bima dirancang berkapasitas 100 tempat tidur dan dibangun melalui skema pembiayaan tahun jamak (multi years), dengan dukungan DAK dari pemerintah pusat serta Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Kota Bima.
Menteri Kesehatan RI menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan dalam mendukung pemenuhan standar sarana dan prasarana medis, termasuk penyediaan alat kesehatan yang dibutuhkan.
Selain itu, Menkes mendorong penambahan ruang rawat inap untuk menyesuaikan rasio tempat tidur dengan jumlah penduduk. Ia juga memastikan bahwa pengadaan alat kesehatan dan ambulans diupayakan dapat direalisasikan pada tahun 2027.
Kementerian Kesehatan turut mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan pemenuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis dari putra-putri asli daerah.
Audiensi berlangsung hangat sebagai wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern dan berkualitas bagi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya.(NM)





Post a Comment