Geliat Desa Wisata: Kemitraan Strategis IAI Rawa Aopa dan Koperasi Teluk Ketapang Malaysia di Kecamatan Buke


Kota Bima, Pelandia — Memasuki paruh kedua tahun 2026, akselerasi pembangunan berbasis komunitas di Sulawesi Tenggara kembali menorehkan catatan strategis. Bertempat di Desa Pelandia, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa resmi menginisiasi kolaborasi multipihak yang mempertemukan dunia akademik, pemerintah lokal, dan jejaring ekonomi regional pada Senin, 20 Juli 2026.


Langkah konkret ini ditandai dengan pertemuan kemitraan antara Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, bersama Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang dari Malaysia, Md Azmi A. Azis. Kehadiran delegasi lintas negara ini diterima langsung secara resmi oleh Kepala Desa Pelandia dan Sekretaris Kecamatan Buke sebagai bagian integral dari gerakan besar Transformasi Desa Indonesia.


Dalam pandangan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, transformasi desa tidak boleh sekadar menjadi komoditas wacana di ruang-ruang seminar kampus. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan Islam harus hadir sebagai intermedian sekaligus penggerak perubahan yang melekat langsung di tengah-tengah masyarakat.


Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa dari Desa Pelandia, pihak kampus berkomitmen meletakkan batu pertama bagi sebuah ekosistem baru. Kehadiran Md Azmi A. Azis dari Koperasi Teluk Ketapang Malaysia diikhtiarkan membawa perspektif global dan pengalaman praktis sektor hospitality yang akan disenyawakan dengan kearifan lokal Kecamatan Buke. Hal ini menjadi model hilirisasi pengetahuan yang langsung menyentuh akar rumput demi menjawab kebutuhan masyarakat desa.


Keterlibatan Koperasi Homestay Teluk Ketapang menjadi pilar krusial dalam inisiasi kali ini. Sebagai entitas yang berpengalaman dalam mengelola pariwisata berbasis warga (community-based tourism), koperasi tersebut diproyeksikan untuk mentransfer pengetahuan tata kelola ekonomi kreatif. Md Azmi A. Azis dalam pertemuan itu menggarisbawahi pentingnya menempatkan warga desa sebagai pemilik saham utama dalam pembangunan daerahnya sendiri.


Kerja sama yang digagas ini nantinya akan mencakup program penguatan kapasitas melalui pelatihan manajemen akomodasi lokal, digitalisasi desa untuk pemasaran potensi wilayah, serta pendampingan kelembagaan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun koperasi lokal. Upaya ini diharapkan mampu mendongkrak kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.


Langkah nyata yang diinisiasi oleh IAI Rawa Aopa ini mendapat respons positif dari jajaran pemerintah setempat. Sekretaris Kecamatan Buke bersama Kepala Desa Pelandia menyatakan kesiapan penuh untuk menjadikan wilayah mereka sebagai laboratorium hidup bagi riset dan pengabdian masyarakat. Kolaborasi tripartit ini diharapkan melahirkan cetak biru pembangunan wilayah hilir yang mandiri, berdaya saing, dan adaptif terhadap kemajuan zaman.(MA)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.