Gubernur NTB Tinjau Penanganan Pasien Hidrosefalus dan Program Desa Berdaya di Pandan Indah
Gubernur didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Direktur RSUP Provinsi NTB, Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Baznas, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Ahmad Yani, warga yang telah menderita hidrosefalus sejak kecil. Gubernur berdialog dengan keluarga pasien untuk mengetahui kondisi yang dihadapi sekaligus memastikan tindak lanjut penanganan yang dapat diberikan pemerintah.
Selanjutnya, Gubernur mengunjungi Nadira Oktavany Putri, bayi berusia delapan bulan yang telah menjalani operasi hidrosefalus di RSUP Provinsi NTB. Berdasarkan keterangan tim medis, kondisi Nadira menunjukkan perkembangan yang baik dan saat ini menjalani kontrol rutin dua kali setiap pekan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak keluarga untuk terus menjaga asupan gizi dan kesehatan anak selama masa pemulihan.
Miq Iqbal menyatakan bahwa meningkatnya temuan kasus hidrosefalus di sejumlah wilayah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTB. Berdasarkan data yang dihimpun, dalam sekitar satu tahun terakhir terdapat sedikitnya 15 kasus hidrosefalus di beberapa daerah, termasuk wilayah Lombok bagian selatan.
Menurutnya, pemerintah akan berkoordinasi dengan para ahli dan Dinas Kesehatan untuk melakukan kajian ilmiah guna mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi munculnya kasus tersebut sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Direktur RSUP Provinsi NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., menjelaskan bahwa kasus Ahmad Yani telah berlangsung lebih dari 40 tahun. Pada saat itu, layanan bedah saraf di NTB masih sangat terbatas sehingga penanganan optimal belum memungkinkan.
Ia menyebutkan, untuk kasus yang telah berlangsung puluhan tahun, penanganan difokuskan pada perawatan suportif atau palliative care guna menjaga kualitas hidup pasien. RSUP Provinsi NTB juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dan puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkala melalui kunjungan tim medis.
Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur juga melihat perkembangan Program Desa Berdaya di Desa Pandan Indah.
Kepala Desa Pandan Indah, Maksum, S.Pd.I, menjelaskan bahwa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya telah dimanfaatkan untuk pengembangan usaha peternakan berupa program penggemukan 10 ekor sapi dan budidaya 525 ekor ayam petelur yang akan dikelola masyarakat.
Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan, disertai dukungan pemerintah dalam pengembangan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih dan perbaikan jalan lingkungan.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Desa Berdaya sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.(NM)





Post a Comment