Pemkot Mataram Perkuat Sinergi Dunia Usaha Wujudkan Kota Layak Anak


Mataram, Media NTB – Masa depan sebuah kota tidak hanya dibangun melalui jalan yang kokoh, gedung-gedung yang menjulang, atau angka pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Masa depan sesungguhnya sedang dipersiapkan melalui setiap anak yang tumbuh dengan sehat, terlindungi, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, mewujudkan Kota Layak Anak bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha.


Pesan itulah yang menjadi benang merah dalam Sosialisasi Pengusaha Sahabat Anak yang diselenggarakan Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Mataram di Hotel Santika, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Mataram H.L. Alwan Basri, Kepala DPPPA Kota Mataram H. Zuhhad, serta puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor yang berkomitmen menjadi bagian dari pembangunan yang berpihak kepada anak.


Membuka kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Mataram, H.L. Alwan Basri, menegaskan bahwa anak-anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan daerah. Oleh karena itu, setiap pihak memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan mereka memperoleh perlindungan, ruang tumbuh yang aman, serta lingkungan yang mendukung perkembangan fisik maupun mental.


“Anak-anak hari ini adalah wajah Kota Mataram di masa depan. Karena itu, tanggung jawab melindungi dan memenuhi hak-hak mereka tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dunia usaha memiliki peran yang sangat strategis untuk menghadirkan lingkungan yang ramah keluarga, aman bagi anak, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus. Ketika pemerintah dan dunia usaha berjalan bersama, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Kota Mataram,” tegas Alwan.


Ia menekankan bahwa konsep Kota Layak Anak tidak berhenti pada pemenuhan indikator administratif atau penghargaan semata. Lebih dari itu, Kota Layak Anak adalah komitmen kolektif untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan selalu menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.