Tindak Lanjuti Pertemuan Daring, SEAAM Matangkan Persiapan CISEC 2026 di Makassar
Media NTB, Makassar — Menyusul keberhasilan koordinasi melalui pertemuan daring pada pekan lalu, Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) kini bergerak cepat mematangkan persiapan helatan bergengsi Celebes International Summit on Education and Culture (CISEC). Konferensi internasional yang dirancang sebagai wadah penguatan pendidikan dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara tersebut dijadwalkan bakal berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Sebagai bagian dari konsolidasi teknis, Komite Saintifik SEAAM Ismail Suardi Wekke telah menggelar pertemuan daring bersama jajaran otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Jumat (17/7/2026). Diskusi tersebut berfokus pada penyelarasan skema keterlibatan serta dukungan ketersediaan fasilitas kawasan bandara sebagai salah satu hub strategis penyambutan dan pelaksanaan agenda pendukung konferensi.
Tidak hanya memperkuat sinergi domestik, SEAAM juga terus memperluas jejaring kemitraan internasional. Ismail Suardi Wekke telah melakukan pertemuan tatap muka secara langsung dengan pengurus Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia. Pertemuan ini dilakukan untuk menggalang dukungan resmi serta menjajaki keterlibatan aktif organisasi berbasis komunitas asal Malaysia tersebut sebagai salah satu mitra strategis kegiatan.
Pelaksanaan CISEC 2026 menjadi momentum penting bagi SEAAM dalam memperkokoh integrasi akademik, sosial, dan budaya antarnegara di Asia Tenggara melalui pendekatan multisektor.
Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa koordinasi yang intensif merupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan forum berskala internasional ini.
"Pertemuan daring bersama otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi tonggak penting dalam memastikan seluruh kesiapan logistik dan pintu masuk para delegasi internasional terfasilitasi dengan standar terbaik," kata Ismail seusai peninjauan agenda kerja di Makassar.
Mengenai penjajakan kerja sama dengan pihak luar negeri, Ismail menyampaikan optimisme tinggi atas antusiasme dari mitra kawasan.
"Dukungan dari Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia menunjukkan bahwa CISEC tidak hanya berfokus pada wacana akademik, tetapi juga menyentuh aspek kebudayaan dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas," ujarnya.
Ia menekankan pula bahwa penyelenggaraan konferensi pada Oktober mendatang ditargetkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan kawasan.
"Kami merancang CISEC sebagai ruang dialog inklusif yang dapat menghubungkan pemikir, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk saling bertukar gagasan demi kemajuan pendidikan dan kebudayaan di Asia Tenggara," tegas Ismail.
Di samping memberikan pernyataan resmi, Ismail Suardi Wekke turut menjelaskan perincian teknis terkait perkembangan perancangan summit tersebut. Ia menyampaikan bahwa hasil diskusi bersama jajaran otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pekan lalu telah menghasilkan kesepakatan awal mengenai pemanfaatan area strategis bandara untuk mendukung mobilitas para peserta.
Ismail juga menandaskan bahwa keikutsertaan Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia bakal memperkaya dimensi kebudayaan dalam helatan ini, khususnya melalui pertukaran pengalaman pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat di tingkat regional.
Selain itu, ia mengonfirmasi bahwa seluruh tim kerja SEAAM saat ini tengah merampungkan struktur final agenda kegiatan dan penyaringan karya ilmiah, guna memastikan gelaran CISEC pada Oktober 2026 berjalan secara sistematis dan memberikan dampak jangka panjang bagi para peserta.
Melalui sinergi antarlembaga ini, SEAAM optimis CISEC 2026 dapat menjadi panggung diplomasi pendidikan dan kebudayaan yang mempererat hubungan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.(MA)




Post a Comment