Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Daerah: IAI Rawa Aopa Matangkan KKA 2026 di Poleang
Media NTB, Bombana — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mematangkan persiapan program pengabdian masyarakat unggulannya melalui kegiatan Survey Lapangan Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) 2026. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bombana, peninjauan lapangan ini dilaksanakan secara intensif pada Rabu (22/7/2026) di dua wilayah Kabupaten Bombana, yakni Kecamatan Poleang Timur dan Kecamatan Poleang Utara.
Kegiatan survey ini dipimpin langsung oleh jajaran kepemimpinan IAI Rawa Aopa, meliputi Rektor, Dr. Basrin Melamba, M.A., Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Asri, M.Si., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Turut hadir mendampingi, rombongan dosen dan tenaga kependidikan untuk memetakan potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.
Program KKA, yang merupakan penamaan khas flagship IAI Rawa Aopa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Pelaksanaan tahun ini terasa istimewa karena selain diikuti oleh tiga program studi (prodi) awal, kegiatan juga diperkuat oleh keterlibatan mahasiswa prodi Hukum Tata Negara (HTN) yang kini telah memasuki semester kelima atau tahun ketiga secara akademik.
Peninjauan langsung ke Bombana ini dilakukan untuk memastikan bahwa orientasi program KKA selaras dengan agenda pembangunan pemerintah daerah serta dinamika sosial di tingkat kecamatan hingga desa. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya tahapan survey ini sebagai pijakan awal perancangan program yang terukur dan berdampak nyata.
"Survey ini bukan selain sebagai agenda rutin jug abukan hanya perpindahan tempat belajar mahasiswa, melainkan langkah krusial untuk memastikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa di Bombana memberikan solusi atas kebutuhan nyata masyarakat lokal," ujar Ismail di sela-sela peninjauan di Poleang Timur.
Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci suksesnya transformasi sosial di wilayah pedesaan.
"Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bombana adalah fondasi utama agar seluruh program yang dirancang mahasiswa memiliki dampak berkelanjutan, baik di bidang tata kelola maupun pemberdayaan ekonomi warga," tegasnya.
Menanggapi keterlibatan prodi baru dalam KKA 2026, Ismail mengungkapkan optimismenya terhadap kontribusi keilmuan yang semakin beragam.
"Tahun depan, kehadiran mahasiswa Hukum Tata Negara yang kini memasuki tahun ketiga akan memperkuat dimensi pendampingan tata kelola kelembagaan desa serta kesadaran hukum masyarakat di lokasi KKA," tambahnya.
Selain memberikan arahan langsung di lapangan, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan gambaran strategis pelaksanaan KKA tahun ini. Ia menyampaikan bahwa pihak rektorat telah menginstruksikan seluruh tim dosen pembimbing untuk menyusun peta kebutuhan desa berbasis data hasil pemetaan di Poleang Timur dan Poleang Utara.
Ismail juga menandaskan bahwa pelaksanaan KKA pada Agustus 2026 mendatang akan dirancang dengan pendekatan action research, sehingga mahasiswa tidak hanya menjalankan rutinitas program kerja, tetapi juga menghasilkan kajian yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis komunitas.
Di samping itu, ia menyebutkan bahwa konsistensi IAI Rawa Aopa dalam menerjunkan mahasiswa dari prodi awal hingga prodi yang terus berkembang seperti HTN merupakan wujud komitmen kampus dalam melahirkan lulusan yang responsif terhadap tantangan sosial, hukum, dan keagamaan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Melalui persiapan matang ini, kolaborasi antara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Pemkab Bombana diharapkan mampu menjadikan KKA 2026 sebagai wahana pengabdian yang tidak hanya mengasah kapasitas kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga membawa perubahan positif bagi masyarakat di Kecamatan Poleang Timur dan Poleang Utara.(MA)




Post a Comment