Wakil Bupati Bima Hadiri Program "Polisi Peduli Pengangguran"


Bima, Media NTB - Pemerintah Kabupaten Bima melalui Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy mengapresiasi dan mendukung penuh program "Polisi Peduli Pengangguran" yang digelar Jajaran Polres Bima Jumat (30/10) di Aula Disnakertrans LLK Kabupaten Bima, sebagai langkah strategis bersinergi dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima HM. Syaeful Bahri, ST., M.Si, Sekdis Nakertans, dan Kepala LLK Bima.


Wakil Bupati mengungkapkan bahwa persoalan ketenagakerjaan merupakan tantangan bersama.  dirinya mengapresiasi Polres Bima atas hadirnya program "Polisi Peduli Pengangguran" sebagai wujud sinergi solid TNI-Polri dan Pemerintah daerah dalam membekali generasi muda keterampilan mandiri, meningkatkan daya saing dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah.


Dihadapan 96 peserta, Wabup H. Irfan mengungkapkan,  kondisi Kamtibmas  yang kondusif berawal dari masyarakat yang sejahtera dan produktif. Melalui kegiatan ini,  diharapkan para peserta dapat memanfaatkan momentum pelatihan di LLK ini sebaik-baiknya agar memiliki bekal yang cukup untuk membuka usaha mandiri maupun masuk ke dunia kerja," Ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Kapolres Bima  AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., menjelaskan, program ini berdasarkan instruksi Kapolri agar mendekatkan polisi dengan seluruh pencari kerja yang ada di wilayah Indonesia


"Program ini menjadi atensi Kapolri dimana dengan kehadiran Polisi di daerah bisa membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan,  minimal memfasilitasi seluruh potensi yang ada di wilayah untuk disalurkan pada tujuan pekerjaan." Ujar Kapolres Bima.


Lanjut Kapolres menjelaskan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat, Polri bermitra dengan  LLK Disnakertrans dan sektor industri untuk memfasilitasi pelatihan keterampilan serta penyaluran kerja bagi 96 peserta di enam kejuruan strategis—mulai dari operator komputer hingga teknik las—guna menekan angka pengangguran dan mencegah potensi tindak kriminalitas.(Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.