Wabup Irfan Tekankan Peran Strategis Koperasi Merah Putih dalam Penguatan Ekonomi Desa
Bima, Media NTB - Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidi, menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih (KMP) memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi berbasis komunitas. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Diklat Peningkatan Kompetensi Pengurus KMP Angkatan IV yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima, Senin (24/11), di GOR 7 Brothers, Desa Naru, Kecamatan Woha.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa koperasi merupakan pilar penting dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan ekonomi desa. “Terdapat tujuan besar yang harus diwujudkan melalui KMP. Karena itu, seluruh unsur perlu memperkuat koordinasi, meningkatkan sinergi, serta menjalankan tugas sesuai prinsip dan nilai-nilai perkoperasian,” ujar Wabup.
Wakil Bupati juga meminta para pengurus KMP agar mampu berkontribusi secara konkret dalam peningkatan tata kelola kelembagaan, pengelolaan usaha secara profesional, serta penguatan struktur ekonomi anggota sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat desa.
Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima, Drs. Dahlan Muhammad, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan lembaga koperasi. Ia menekankan bahwa tantangan perkoperasian ke depan membutuhkan pengurus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memahami kebutuhan pasar, serta mampu menjaga kepercayaan anggota.
“Melalui pelatihan ini, kami memastikan para pengurus memiliki kapasitas yang memadai untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab. Koperasi akan tumbuh kuat apabila didukung oleh SDM yang kompeten,” jelasnya.
Ketua Panitia, Suhartini, SE, menambahkan bahwa diklat yang diikuti oleh 82 peserta dari empat kecamatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, administratif, dan manajerial pengurus koperasi. Para peserta dibekali materi meliputi regulasi dasar perkoperasian, sistem administrasi modern, pengelolaan keuangan, manajemen risiko, strategi penguatan kelembagaan, serta praktik pengembangan usaha koperasi berbasis potensi wilayah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan KMP dan mendukung percepatan pembangunan ekonomi desa.(Yy/Red)






Post a Comment