Bupati Sumbawa Hadiri Tabligh Akbar HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, mantan Bupati Sumbawa, unsur Forkopimda, Staf Ahli, para Asisten, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, kepala OPD, Ketua MUI, Kepala Kemenag Kabupaten Sumbawa, serta ratusan jamaah.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri tabligh akbar tersebut.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah yang telah hadir pada malam yang penuh cahaya ini,” ujar Bupati.
Bupati Jarot mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa yang telah berusia 67 tahun telah melalui berbagai fase, mulai dari masa penuh harapan hingga masa-masa sulit. Ia juga menyinggung kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Sumbawa pasca peringatan HUT.
“Sejak kemarin hingga hari ini, hujan dengan intensitas tinggi melanda Sumbawa. Laporan sementara terdapat 11 dari 24 kecamatan terdampak, mulai dari sawah dan rumah tergenang air hingga kejadian puting beliung di beberapa lokasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya pembangunan spiritual yang berjalan seiring dengan pembangunan fisik.
“Pembangunan fisik dan spiritual tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Jalan yang mulus akan kehilangan makna jika akhlak runtuh, dan gedung yang megah akan terasa hampa jika hati kita kosong,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan falsafah hidup masyarakat Sumbawa, “Adat Barenti Lako Sara, Sara Barenti Lako Kitabullah, Kataket Lako Nene Ka Ngila Boat Lenge”, yang menegaskan bahwa adat dan agama menjadi fondasi moral dalam menjaga keharmonisan dan keberadaban masyarakat Sumbawa.
Sementara itu, dalam ceramahnya, KH. Ahmad Nurul Huda menyampaikan pentingnya makna nama sebagai doa dan identitas seseorang.
“Nama adalah doa. Karena itu, penting bagi kita untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kita harus menjaga tradisi lama yang baik, tetapi juga siap menerima perubahan. Itulah syarat menjadi hamba Allah yang unggul,” jelasnya.
Pada akhir ceramah, KH. Ahmad Nurul Huda mendoakan Bupati Sumbawa agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam memimpin daerah.
“Semoga kita semua menjadi pribadi unggul, kota unggul, dan kabupaten unggul. Amin,” pungkasnya.(Red/red)






Post a Comment