Pemprov NTB Resmikan Revitalisasi Jalan Simpang Pototano, Jalur Logistik KSB Kembali Normal
Sumbawa Barat, Media NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meresmikan selesainya proyek pembangunan dan revitalisasi Jalan Simpang Pototano di Desa Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ruas jalan sepanjang 4 kilometer tersebut kini kembali berfungsi optimal setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan akibat genangan dan banjir.
Jalan Simpang Pototano sejak 2017 kerap tergenang air karena sistem drainase yang tidak memadai. Kondisi ini menyebabkan kerusakan aspal secara berulang dan menurunkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Pada 2025, Pemprov NTB melakukan penanganan menyeluruh dengan anggaran sebesar Rp32 miliar. Pekerjaan yang berlangsung selama tiga setengah bulan itu rampung pada 31 Desember 2025, meliputi perbaikan badan jalan, pembenahan sistem drainase, serta pemasangan penerangan jalan umum.
Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, peresmian dilakukan saat perjalanan dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok melalui Pototano. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Alhamdulillah, hari ini jalan Simpang Pototano sepanjang kurang lebih 4 kilometer sudah sepenuhnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Tidak hanya badan jalan yang diperbaiki, tetapi lampu penerangan juga sudah berfungsi,” ujar Gubernur Iqbal, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, secara teknis pekerjaan telah diselesaikan sesuai standar perencanaan. Namun terdapat satu titik dengan kondisi geologis yang sempat mengalami ambruk dan kini telah ditangani kontraktor serta akan terus dipantau selama masa pemeliharaan enam bulan.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga kebersihan drainase lingkungan agar tidak terjadi genangan kembali.
Jalan Simpang Pototano merupakan jalur logistik utama yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pelabuhan Pototano dan Pulau Lombok. Jalur ini dinilai strategis dalam mendukung distribusi barang, ketahanan pangan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Ke depan, Pemprov NTB akan memprioritaskan penanganan jalan-jalan strategis lainnya sebelum beralih ke penguatan akses pariwisata di berbagai daerah di NTB.(nm)





Post a Comment