Majelis Silaturahmi Ulama–Umara Digelar di Pendopo Gubernur NTB, Perkuat Persatuan dan Ikhtiar Sosial


Mataram, Media NTB - Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara digelar di halaman tengah Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (24/1/2026). Pertemuan ini menghadirkan energi persatuan antara para masyaikh, tuan guru, dan jajaran pemerintah dalam memperkuat sinergi membangun daerah.


Rombongan ulama dari Pondok Pesantren Daarul Lugah Wa Dakwah (Dalwa), Jawa Timur, hadir dipimpin langsung Pengasuh Ponpes Dalwa Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun. Turut mendampingi sejumlah pengasuh, di antaranya Habib Ali Ridho Baharun, serta Direktur Pascasarjana Universitas Islam Internasional Dalwa Prof. Dr. Ali Zainal Abidin bil Faqih.


Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan penghormatan atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB sebagai tuan rumah majelis tersebut. Ia menyebut silaturahmi ini sebagai ruang penting untuk memperkuat ikatan batin antara pemerintah dan ulama.


“Ini kehormatan bagi NTB. Semoga membawa keberkahan,” ujar Miq Iqbal.


Pada kesempatan tersebut, Miq Iqbal juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pemikiran Hasan Bangil yang menurutnya turut memengaruhi perjalanan intelektual bangsa.


“Saya membaca perdebatan Hasan Bangil dan Soekarno sejak SMA. Alhamdulillah hari ini bisa bertemu dzurriyat beliau,” ungkapnya.


Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan NTB sebagai negeri yang diberkahi. Pulau Lombok bahkan dikenal sebagai “Negeri Seribu Wali” dengan jejak sejarah dan makam para wali yang tersebar di berbagai wilayah.


Miq Iqbal juga menegaskan tiga agenda besar Pemerintah Provinsi NTB, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata kelas dunia.


“NTB masih memiliki 106 desa dengan kategori kemiskinan ekstrem. Kefakiran cenderung membawa pada kekafiran. Banyak persoalan sosial berawal dari kemiskinan. Karena itu kemiskinan harus kita entaskan,” tegasnya, seraya mengajak dukungan para tuan guru dan masyaikh dalam ikhtiar bersama.


Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, SIK, M.Si., yang hadir dalam majelis tersebut, memperkenalkan diri sebagai Kapolda NTB yang baru. Ia menegaskan komitmen Polda NTB dalam menjaga kedekatan antara aparat penegak hukum, ulama, dan masyarakat.


Kapolda juga menyinggung arah pembaruan hukum nasional yang menekankan pendekatan restorative justice agar penegakan hukum tetap menghadirkan rasa keadilan dan kemaslahatan di tengah masyarakat.


Mewakili ulama dan tuan guru NTB, Prof. Masnun Tahir menyampaikan sambutan hangat dengan menyebut NTB sebagai “sejengkal tanah surga di bumi”. Ia menegaskan silaturahmi ulama dan umara bukan sekadar seremoni, melainkan kekuatan moral dan sosial dalam menegakkan keadilan serta memperkuat persatuan umat.


“Ulama dan umara harus terus memperkuat silaturahmi untuk mewujudkan kedaulatan dan keadilan bersama,” ujar Ketua PW NU NTB tersebut.


Sementara itu, Pengasuh Ponpes Dalwa Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun menekankan bahwa pertemuan ulama dan umara merupakan kekuatan peradaban. Ia memperkenalkan Ponpes Dalwa sebagai rumah bahasa dan dakwah, serta menegaskan bahwa bahasa dan ilmu pengetahuan dapat menjadi perekat dan pemersatu umat.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.