Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat Tanggap Cepat Tangani Banjir Sekotong


Lombok Barat – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kecamatan Sekotong, Jumat (9/1/2026). Penanganan dilakukan melalui pengiriman bantuan logistik serta penurunan tim kesehatan ke lokasi terdampak.


Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB yang juga Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan lapangan, hasil Rapid Health Assessment sektor kesehatan memastikan tidak ditemukan korban yang membutuhkan layanan medis darurat.


“Tim kesehatan telah melakukan intervensi penjernihan air menggunakan kaporit karena sejumlah sumber air bersih warga terindikasi tercemar. Selain itu, surveilans epidemiologi juga diaktifkan untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir,” jelasnya.


Penyakit yang diwaspadai antara lain diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), leptospirosis, dan Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan Puskesmas setempat disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.


Sementara itu, kebutuhan dasar warga terdampak seperti pangan dan sandang telah terpenuhi melalui kolaborasi Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten dan provinsi. Penanganan di lapangan melibatkan aparat desa, masyarakat setempat, TNI/Polri, BPBD, serta Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dalam koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan.


Dalam beberapa hari ke depan, pemerintah akan memprioritaskan normalisasi sungai, perbaikan jembatan penghubung antar dusun di Desa Taman Baru, serta penyaluran paket kebersihan (hygiene kit) dan perlengkapan tidur bagi warga terdampak.


Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama kurang lebih satu jam dan berdampak pada 241 kepala keluarga (KK) di dua desa.


Berdasarkan laporan PUSDALOPS-PB, wilayah terdampak meliputi:

  • Desa Taman Baru: Dusun Eat Pace (118 KK), Repok Gapuk (25 KK), Taman Sejati (48 KK), dan Kelep Tengah RT 01 (15 KK);
  • Desa Pesisir Mas: Dusun Raji Mas (20 KK) dan Dusun Tembowong (15 KK).


Genangan air sempat masuk ke rumah warga, mengganggu aktivitas masyarakat, serta menyisakan lumpur di sejumlah ruas jalan dusun.

(Nm/jmy/red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.