Peringati HGN ke-66, Pemkab Lombok Timur Perkuat Komitmen Atasi Stunting dan Dukung MBG
Selong, Media NTB - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu gizi saat ini tidak dapat dipisahkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan percepatan penurunan stunting yang menjadi prioritas nasional.
“Berbicara gizi pada skala nasional tidak bisa dilepaskan dari MBG dan stunting. Stunting sendiri mulai dikenal luas sejak 2018 dan kini menjadi agenda prioritas nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Lombok Timur telah membentuk Satuan Tugas SPPG yang melibatkan Kejaksaan, Polri, dan TNI, dengan perangkat daerah sebagai penanggung jawab. Wabup menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait SPPG sebaiknya disampaikan melalui Satgas sebagai pintu masuk utama, mengingat keterbatasan informasi di masing-masing OPD.
Wabup juga menyoroti keterbatasan tenaga ahli gizi dalam mendukung pelaksanaan MBG. Dari sekitar 200 SPPG yang terdata, baru sekitar 70 yang memiliki tenaga ahli gizi, sehingga kebutuhan tenaga gizi di Lombok Timur masih sangat tinggi.
“Kualitas menu MBG harus benar-benar diperhatikan. Peran ahli gizi sangat krusial dalam memastikan pemenuhan gizi yang tepat,” tegasnya.
Terkait stunting, Wabup menyebutkan bahwa angka stunting Lombok Timur saat ini berada di 22,37 persen, yang menjadi patokan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ia menekankan agar dapur MBG memprioritaskan kelompok 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
“Kelompok 3B adalah kelompok yang bersentuhan langsung dengan persoalan stunting. Jika intervensi tepat sasaran, insyaallah stunting dapat kita atasi,” pungkasnya.
Di akhir sambutan, Wabup mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kualitas sumber daya manusia sejak masa kehamilan hingga balita, serta berharap sinergi dan kolaborasi terus diperkuat.
Sementara itu, Manajer Wahana Visi Indonesia, Sidik Lando Basana Siregar, menyampaikan bahwa peringatan HGN yang jatuh setiap 25 Januari bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengingat untuk terus memperkuat upaya pemenuhan gizi anak.
Ia mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Daerah Lombok Timur dan Lombok Utara bersama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) NTB, PERSAGI Lombok Timur, dan Lombok Utara.
“Persoalan gizi bukan tanggung jawab satu pihak saja, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dikerjakan bersama,” ujarnya.
HGN ke-66 mengusung tema nasional “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”. Sidik menekankan bahwa Pulau Lombok memiliki kekayaan pangan lokal bergizi tinggi, seperti kelor, komak, ubi jalar, serta ikan kembung yang dikenal sebagai salmon lokal.
Pada peringatan HGN di Lombok Timur, panitia mengangkat subtema “Panen Lokal, Gizi Optimal, Sehat dari Diri Sendiri”, yang menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menjadikan setiap piring makanan sebagai investasi masa depan anak, sekaligus mendukung kemandirian dan ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PERSAGI NTB, Ketua PERSAGI Lombok Timur, perwakilan ahli gizi Lombok Utara, kepala OPD terkait, GOW Lombok Timur, TP PKK Lombok Timur, tenaga kesehatan, Camat Sembalun, Camat Pringgabaya, serta kader Posyandu dari Kecamatan Sembalun, Pringgabaya, dan Bayan.(NM)






Post a Comment