Bekali Santri dengan Pendidikan Tinggi, Ponpes Darul Atqia Lombok Gandeng Universitas Terbuka Mataram
Hadir dalam acara tersebut Andri Fasi M selaku Narasumber dari Universitas Terbuka (UT) Mataram, TGH. Supardi Ramli Pengasuh Ponpes Darul Atqia Lombok, H. Sukran Kepala SMA Islam Darul Atqia, Jajaran pengurus Ponpes Darul Atqia dan seluruh santriwan-santriwati.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada para santri mengenai gambaran melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka Mataram.
TGH. Supardi Ramli dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk membuka wawasan para santri tentang pentingnya pendidikan tinggi.
“Kami berharap para santri selain menuntut ilmu agama di pesantren, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan formal hingga ke jenjang perguruan tinggi,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa perkembangan zaman menuntut generasi muda, termasuk para santri, untuk memiliki pengetahuan yang luas serta kemampuan akademik yang mumpuni tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Lebih lanjut TGH Supardi Ramli berharap santri tetap fokus menghafal Al Qur'an tetapi kuliah juga tetap berjalan tanpa harus meninggalkan pondok pesantren.
"Melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka Mataram ini kami berharap para santri dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai sistem perkuliahan, program studi, semoga kedepan Ponpes Darul Atqia Lombok bisa menjadi Sistem Layanan UT (SALUT) sehingga UT tidak hanya untuk para santri Ponpes Darul Atqia Lombok tetapi juga untuk masyarakat Desa Labulia dan masyarakat Kecamatan Jonggat" terangnya.
Sementara itu, Andri Fasi M Pemateri sosialisasi dari Universitas Terbuka Mataram memaparkan berbagai program studi yang dapat dipilih oleh para santri, legalitas kampus yakni akreditasi prodi dan akreditasi universitas baik akreditasi Nasional maupun akreditasi Internasional, prestasi para mahasiswa, beasiswa, fasilitas dan kemudahan yang diperoleh mahasiswa termasuk sistem kuliah fleksibel yang memungkinkan mahasiswa tetap belajar sambil menjalankan aktivitas belajarnya di pondok.
Kegiatan sosialisasi dan motivasi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat para santri untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.(Yp)







Post a Comment