Sekda Kota Bima Tegaskan Pentingnya Solidaritas dan Kolaborasi Wujudkan Kota Bima Maju dan Bermartabat


Kota Bima, Media NTB - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME, menegaskan pentingnya penguatan solidaritas dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Bima yang maju dan bermartabat. 


Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Kebangsaan bertajuk “Kuatkan Solidaritas dan Kolaborasi Mewujudkan Masyarakat Kota Bima Maju dan Bermartabat” yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) X DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima, bertempat di Aula Pemerintah Kota Bima.


Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim 1608/Bima Letkol ARH S. Limbongan, S.Kom., M.Sc., perwakilan Polres Bima Kota, Ketua DPW Wahdah Islamiyah NTB Ust. Saifudin, S.Pdi., Lc., M.Pd., Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, Ketua STIS Al-Ittihad Bima, serta Tenaga Ahli Poksi Komisi II DPR RI Dr. Alfarisi Thalib, S.Sos., MA yang hadir secara virtual. Turut hadir pula pelajar, mahasiswa, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di Kota Bima.


Mewakili Pemerintah Kota Bima, Sekda menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran pengurus DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima beserta seluruh panitia atas terselenggaranya Dialog Kebangsaan dalam rangkaian MUKERDA X tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai kontribusi nyata organisasi keagamaan dalam memperkuat persatuan, menumbuhkan kesadaran kebangsaan, serta mendukung pembangunan karakter masyarakat.


Dalam paparan bertema “Membangun Karakter melalui Gerakan Kota Bima BISA dalam Upaya Memerangi Miras, Narkoba, dan Radikalisme”, Sekda menguraikan berbagai tantangan kebangsaan di tingkat lokal, khususnya degradasi karakter masyarakat, dampak negatif miras dan narkoba terhadap moral dan kesehatan, serta potensi meningkatnya konflik sosial dan kriminalitas. Ia juga menyoroti ancaman radikalisme dan intoleransi yang dapat mengganggu harmoni sosial dan nilai kebhinekaan, terutama di kalangan generasi muda.


Sekda menegaskan bahwa Gerakan Kota Bima Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA) tidak semata-mata program kebersihan lingkungan, melainkan gerakan pembangunan karakter yang mencakup aspek spiritual, sosial, budaya, dan perilaku masyarakat. Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan visi RPJMD Kota Bima 2025–2029, yakni “Terwujudnya Kota Bima yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan”, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang berketahanan sosial, religius, dan berbudaya.


“Kota yang bersih, indah, sehat, dan asri hanya dapat diwujudkan oleh masyarakat yang berkarakter, religius, dan berbudaya. Gerakan BISA harus diaplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam memerangi miras, narkoba, dan paham radikal yang merusak masa depan generasi muda,” tegasnya.



Lebih lanjut, Sekda mendorong peran strategis organisasi keagamaan, termasuk Wahdah Islamiyah, sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial, membina moral masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam perlindungan generasi muda. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Gerakan BISA sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan demi menjaga Kota Bima sebagai rumah bersama yang aman, harmonis, dan bermartabat.


Menutup paparannya, Sekda berharap Dialog Kebangsaan ini tidak hanya melahirkan kesadaran bersama, tetapi juga mendorong aksi nyata di tengah masyarakat sebagai wujud komitmen bersama membangun Kota Bima yang maju, religius, dan berkarakter.(NM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.