Muhammad Akbar, Dosen STIT Bima, Dipercaya Menjadi Editor Karya Monumental Prof. Yusril
Keterlibatan dosen muda dari perguruan tinggi berbasis keagamaan di daerah ini menjadi bukti bahwa kualitas intelektual tidak mengenal batas geografis. Dari Bima, Muhammad Akbar berkontribusi dalam penyuntingan salah satu buku utama berjudul The Untold Stories of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra dan Testimoni Kolega yang tebalnya lebih dari 1.000 halaman.
Peran Strategis dalam Tim Editorial
Dalam tim editorial, Muhammad Akbar memegang peran penting dalam memastikan kualitas akademik naskah, ketepatan argumentasi, konsistensi data, serta kesinambungan narasi dari awal hingga akhir. Tugas tersebut menuntut ketelitian, kedalaman analisis, serta pemahaman kuat terhadap isu-isu hukum dan ketatanegaraan.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi pengakuan atas kapasitas akademik yang dibangun melalui proses panjang riset dan kepenulisan.
Akademisi Muda yang Produktif
Di STIT Sunan Giri Bima, Muhammad Akbar dikenal sebagai dosen yang aktif dalam pengembangan literasi dan riset. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), posisi strategis yang berperan dalam mendorong budaya akademik di lingkungan kampus.
Sejumlah karya buku, baik fiksi maupun nonfiksi, telah ia hasilkan secara individu maupun kolaboratif. Aktivitas kepenulisan dan riset yang konsisten menjadi fondasi kuat atas kiprahnya dalam proyek editorial berskala nasional ini.
Pengalaman internasionalnya sebagai pembicara dalam program Student Mobility di Malaysia, Thailand, dan Singapura pada 2022 turut memperkaya perspektif akademiknya.
Inspirasi bagi Akademisi Daerah
Keterlibatan Muhammad Akbar dalam peluncuran buku bertema “Setengah Abad Dedikasi untuk Bangsa” yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), bukan sekadar pencapaian personal. Hal ini menjadi simbol bahwa dosen dari daerah, termasuk Bima, mampu berkontribusi dalam produksi karya intelektual nasional bersama tokoh-tokoh besar bangsa.
Kiprah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dan civitas akademika di Bima untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas jejaring, dan aktif dalam percaturan pemikiran nasional.(NM/Arj)





Post a Comment