Terus Berbenah Ditengah Keterbatasan TPA, Mataram Raih Predikat Menuju Kota Bersih
Melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 1036 Tahun 2026, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia menetapkan kinerja pengelolaan sampah Kota Mataram Tahun 2025 dengan predikat plakat berupa Sertifikat Menuju Kota Bersih. Selain itu, Mataram juga memperoleh stimulus tiga unit motor sampah dari kementerian tersebut.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah yang turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kependudukan, Wakil Menteri Desa, serta Deputi Bappenas.
Penilaian kinerja persampahan tahun ini memiliki karakter dan indikator berbeda. Pemerintah pusat menetapkan tidak ada daerah yang menerima anugerah Adipura maupun Adipura Kencana seperti tahun-tahun sebelumnya.
Setelah dilakukan evaluasi ulang klasifikasi kinerja pengelolaan sampah daerah, tercatat:
- 35 kabupaten/kota memperoleh Sertifikat Menuju Kota Bersih, termasuk Mataram dengan nilai 61,78.
- Surabaya meraih nilai tertinggi 74 dengan predikat yang sama.
- Tidak ada daerah yang mencapai angka minimal 75 sebagai syarat meraih Piala Adipura.
- 253 kabupaten/kota masuk kategori pembinaan.
- 132 kabupaten/kota masuk kategori pengawasan.
Penghargaan ini menjadi penanda bahwa upaya pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota bersama masyarakat mendapat perhatian di tingkat nasional.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan bahwa keterbatasan TPA justru menjadi momentum untuk membenahi sistem dari hulu.
“Tantangan kita nyata, terutama keterbatasan TPA. Tapi justru dari situ kami belajar bahwa solusi tidak bisa hanya di hilir. Harus dimulai dari rumah tangga,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Tempah Dedoro Organik, gerakan pengolahan sampah organik berbasis lingkungan. Melalui program ini, warga didorong untuk memilah dan mengolah sampah organik di tingkat rumah tangga maupun komunitas.
Pendekatan ini dinilai strategis karena memperkuat pengurangan sampah dari sumbernya, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Dengan predikat Menuju Kota Bersih, Mataram menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. Tantangan TPA justru menjadi titik balik menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih tangguh dan partisipatif.(NM)





Post a Comment