PHDI Kecamatan Batukliang - Kopang Sukses Gelar Pesamuhan Alit


Lombok Tenga, Media NTB - Pesamuhan Alit Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Batukliang - Kopang sukses dilaksanakan pada Minggu (1/3/2026) bertempat di Bale Banjar Metu Mantang. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan dalam struktur PHDI, sebagai wadah demokrasi internal umat Hindu untuk mengevaluasi kinerja organisasi serta merumuskan program strategis lima tahun ke depan.


Pesamuhan Alit kali ini mengagendakan dua hal utama, yakni penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PHDI Kecamatan Batukliang–Kopang masa bhakti sebelumnya serta pemilihan Ketua PHDI Kecamatan Batukliang - Kopang masa bhakti 2026–2031.


Acara dihadiri oleh Ketua PHDI Kabupaten Lombok Tengah, I Nengah Renes, A.Md, Ketua PHDI Kecamatan Batukliang–Kopang, Kepala Dusun Banjar Metu Mantang, Ketua Banjar Satya Presada Mantang, Ketua Krama Pura Banjar Satya Presada, Ketua Krama Pura Dalem Satya Presada Mantang, serta warga umat Hindu Mantang Batukliang - Kopang yang berjumlah 87 Kepala Keluarga atau sekitar 250 jiwa.


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Puja Trisandhya bersama sebagai bentuk pemusatan pikiran dan doa sebelum musyawarah dimulai. Selanjutnya, Ketua Panitia, Putu Sujana, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PHDI Kecamatan Batukliang - Kopang, I Wayan Matra, yang menegaskan pentingnya Pesamuhan Alit sebagai momentum evaluasi dan pembenahan organisasi.


Ketua PHDI Kabupaten Lombok Tengah, I Nengah Renes, A.Md, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pesamuhan Alit merupakan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun program kerja lima tahun ke depan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan umat Hindu dengan pemerintah serta membangun sinergi antar kelembagaan yang ada.


“Mari terus bersinergi dalam memperkuat pelayanan umat serta menjaga keharmonisan kehidupan beragama dan bermasyarakat,” ujarnya. Acara kemudian secara resmi dibuka dengan simbolis pemukulan gong oleh beliau.


Memasuki sesi pertama Pesamuhan Alit yang dipimpin oleh Putu Sujana selaku pimpinan sidang, dilakukan pemaparan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PHDI Kecamatan Batukliang–Kopang. Laporan tersebut disaksikan oleh unsur WHDI Kecamatan Batukliang - Kopang, pengurus banjar, Sekaa Truna Truni, serta tokoh masyarakat. Setelah melalui pembahasan, laporan pertanggungjawaban diterima dan disetujui dengan sejumlah catatan untuk perbaikan ke depan. Dengan demikian, kepengurusan PHDI Kecamatan Batukliang - Kopang periode sebelumnya dinyatakan demisioner.


Dalam sesi penyampaian saran dan masukan, tokoh masyarakat Ketut Weda mengusulkan agar dalam struktur kepengurusan yang baru melibatkan lebih banyak perwakilan WHDI, mengingat terdapat bidang-bidang yang memerlukan peran perempuan dalam pelaksanaannya. Selain itu, ia juga menyarankan agar laporan dibuat secara tertulis dan dibagikan kepada peserta dan peninjau, serta pentingnya regenerasi dengan melibatkan generasi muda dalam kepengurusan PHDI ke depan.


Pada sesi kedua, dilakukan pemilihan Ketua PHDI Kecamatan Batukliang - Kopang masa bhakti 2026 - 2031. Tiga nama diusulkan sebagai bakal calon, yakni Komang Tarka (WHDI), Wayan Matra (Banjar), dan I Wayan Matra (STT). Setelah melalui proses musyawarah dan lobi, mengerucut dua calon, yaitu Komang Tarka dan I Wayan Matra. Dalam semangat kebersamaan, Komang Tarka menyatakan dukungannya kepada I Wayan Matra. Dengan demikian, I Wayan Matra secara sah terpilih sebagai Ketua PHDI Kecamatan Batukliang - Kopang masa bhakti 2026 - 2031.


Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan PHDI Kabupaten Lombok Tengah tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus PHDI Kecamatan Batukliang - Kopang masa bhakti 2026 - 2031 oleh Sekretaris PHDI Kabupaten Lombok Tengah, I Putu Sutama, S.Pd. Selanjutnya, dilakukan pengukuhan pengurus oleh Ketua PHDI Kabupaten Lombok Tengah.


Pesamuhan Alit ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi kepengurusan baru dalam memperkuat pelayanan umat Hindu di wilayah Batukliang - Kopang, meningkatkan sinergi antar lembaga keumatan, serta menjaga keharmonisan kehidupan beragama dan bermasyarakat (Pt).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.