Rumah Jurnal UIN Ponorogo Gelar Kajian Ramadhan Sesi IV, Bahas Dekonstruksi Teknik Penulisan Artikel Ilmiah
Ponorogo, Media NTB — Rumah Jurnal di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menggelar Kajian Ramadan: Ngaji Penulisan Artikel Ilmiah Sesi IV dengan tema “Dekonstruksi Teknik Penulisan Artikel Ilmiah” pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi sesi penutup dari rangkaian program kajian yang bertujuan meningkatkan kemampuan akademisi dalam menulis artikel ilmiah bereputasi.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan Anjar Khususiyaj, M.E dari UIN Ponorogo sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai penulis sekaligus reviewer pada sejumlah jurnal ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus.
Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dosen, akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya UIN Madura, STIT Sunan Giri Bima, STAI DDI Maros, serta sejumlah kampus lainnya.
Dalam pemaparannya, Anjar Khususiyaj menjelaskan bahwa banyak penulis artikel ilmiah sering kali memulai penulisan dari bagian pendahuluan. Menurutnya, pendekatan tersebut terkadang menyebabkan ketidaksesuaian antara gagasan awal dengan hasil penelitian yang ditemukan di lapangan.
Ia menekankan bahwa penulisan artikel ilmiah, khususnya untuk jurnal bereputasi seperti Scopus, sebaiknya dimulai dari hasil penelitian (results) atau data empiris yang diperoleh. Dengan demikian, penulis dapat membangun argumen dan kerangka teoritis berdasarkan fakta yang ditemukan.
“Menulis artikel ilmiah sebaiknya dimulai dari data atau hasil penelitian. Ketika kita berangkat dari fakta, maka teori akan menyesuaikan dengan temuan yang kita miliki. Artinya, tulisan ilmiah harus didorong oleh riset, bukan semata-mata didikte oleh teori,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa jurnal internasional bereputasi seperti Scopus menuntut struktur penulisan yang jelas, logis, dan transparan, sehingga hubungan antara data, teori, dan argumen harus berada dalam satu alur pemikiran yang saling berkaitan.
Di akhir pemaparannya, Anjar Khususiyaj memberikan motivasi kepada para peserta bahwa keberhasilan dalam menulis artikel ilmiah tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh konsistensi dalam menulis.
“Menulis artikel bukan soal siapa yang paling jenius, tetapi siapa yang paling konsisten duduk dan menyelesaikan satu paragraf setiap hari,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D, selaku Direktur Indonesian Universities Consortium on Social Religious Studies (IUCSRS) yang menjadi inisiator program kajian penulisan artikel ilmiah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini para dosen dan mahasiswa UIN Ponorogo, termasuk Dr. M. Hadir Muzakki, M.H.I, selaku Direktur Rumah Jurnal LPPM UIN Ponorogo yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan. Sementara itu, sesi diskusi dipandu oleh Muhammad Akbar, M.Pd dari STIT Sunan Giri Bima sebagai moderator.
Dengan berakhirnya sesi keempat ini, rangkaian kegiatan Ngaji Penulisan Artikel Ilmiah yang diselenggarakan oleh Rumah Jurnal LPPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo secara resmi ditutup. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas akademisi Indonesia dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas di tingkat nasional maupun internasional.(MA)







Post a Comment