Wakil Wali Kota Ajak Kemenag Berperan Aktif Perangi Ujaran Kebencian
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi Kepala Kesbangpol Kota Bima, Kabag Kesra Setda Kota Bima, Camat Asakota, serta Sekcam Rasanae Barat.
Dalam sambutannya, Feri Sofiyan menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat beserta seluruh jajaran Kementerian Agama yang telah hadir memberikan pembinaan kepada sumber daya manusia Kementerian Agama di Kota Bima.
Ia menegaskan bahwa kehadiran jajaran Kemenag bukan sekadar agenda silaturahmi atau pembinaan aparatur, tetapi juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kota Bima dalam membina sumber daya manusia yang berakhlak dan berintegritas.
Menurutnya, masyarakat Bima dikenal religius serta memiliki budaya kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Namun di tengah perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi, masyarakat juga menghadapi tantangan serius berupa maraknya hoaks, ujaran kebencian, hingga caci maki di ruang publik digital yang berpotensi memicu konflik horizontal.
“Untuk menangkal hal tersebut, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga besar Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan agama di tengah masyarakat, khususnya kepada generasi penerus,” ungkap Feri Sofiyan.
Ia mendorong Kementerian Agama untuk lebih aktif dalam menangkal hoaks dan ujaran kebencian berbasis SARA melalui berbagai langkah strategis, seperti penguatan moderasi beragama, kampanye literasi digital, budaya tabayyun atau verifikasi informasi, pemberdayaan penyuluh agama, serta sinergi dengan tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Kepada generasi muda, Wakil Wali Kota juga mengingatkan agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan masa depan.
“Secara pribadi dan atas nama pemerintah, saya mengajak generasi muda untuk tidak terjebak dalam pergaulan bebas, minuman keras, penyalahgunaan narkoba, maupun konflik horizontal. Semua itu hanya akan merugikan diri sendiri dan masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Zamroni Aziz, menyampaikan bahwa pihaknya sengaja memilih Kota Bima dan Kabupaten Bima sebagai lokasi awal pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini.
Ia menilai kedua daerah tersebut dikenal sebagai wilayah yang damai serta memiliki kekayaan sumber daya manusia di bidang keagamaan.
“Kota dan Kabupaten Bima merupakan lumbung qori dan qoriah terbaik, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Walaupun ada oknum yang mencederai nama Bima akibat kasus penyalahgunaan narkoba, saya yakin masyarakat Bima, para ulama, santri, dan tokoh lintas agama mampu menjaga marwah daerah ini,” ujarnya.
Zamroni juga menyinggung munculnya generasi muda Bima yang tengah menjadi perbincangan dan mengharumkan nama daerah, yakni Muhammad Zian Fahrezi.
Menurutnya, meskipun Kota Bima hanya memiliki lima kecamatan, kualitas sumber daya manusia yang dimiliki mampu bersaing dan bahkan dikenal hingga tingkat internasional.
“Kota Bima akan aman jika kita semua ikut menjaganya, dan akan menjadi luar biasa ketika seluruh masyarakat ikut berperan. Ini bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB H. Zamroni Aziz, S.HI., MH, Kepala Kemenag Kota dan Kabupaten Bima, Kabag TU Kanwil NTB, Kabid Penmad Kanwil NTB, Kabid Binmas Kanwil NTB, pimpinan Bank BSI Kartini/Soeta, serta para peserta pembinaan ASN lingkup Kementerian Agama se-Kota Bima.(NM)





Post a Comment