Bedah Buku “Menembus Relung Pengingatku” Karya Hersan’S Warnai Interdisciplinary Discussion Series
Dokumentasi Kegiatan Bedah Buku Menembus Relung Pengingatku Karya Hersan'S pada Senin (20/4/2026). Sumber: Tim Media NTB
Kota Bima, Media NTB – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft (LBC) di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima kembali menggelar Interdisciplinary Discussion Series melalui kegiatan bedah buku berjudul Menembus Relung Pengingatku, Senin (20/4/2026) malam.
Buku karya Dr. Hermawansyah, M.Pd.I yang menggunakan nama pena Hersan’S tersebut mengangkat refleksi kehidupan yang mendalam, dengan pendekatan filosofis yang sederhana namun sarat makna.
Salah satu gagasan utama dalam buku ini adalah bahwa alam dapat menjadi sumber pembelajaran dan motivasi hidup. Penulis menekankan bahwa inspirasi tidak selalu datang dari manusia, tetapi juga dari lingkungan sekitar seperti tumbuhan, hewan, dan fenomena alam.
“Motivasi tidak selamanya didorong oleh orang-orang di sekitar kita. Alam menyimpan pelajaran yang kuat untuk mendorong manusia menjadi lebih tangguh, jika mampu memaknainya,” demikian pesan yang disampaikan dalam buku tersebut.
Secara keseluruhan, buku Menembus Relung Pengingatku terdiri dari 40 bagian dengan total 256 halaman, yang mengulas pengalaman reflektif serta nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan dinamika manusia modern.
Kegiatan bedah buku ini menghadirkan mahasiswa sebagai pembedah, yakni Marjan dan Fiska Anis Rahma dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester VIII, serta Antika dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semester VIII. Diskusi dipandu oleh Nurul Hasnah, mahasiswi Program Studi PAI semester VIII.
Selain penulis, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah dosen serta mahasiswa dari Program Studi PAI dan PGMI STIT Sunan Giri Bima, yang turut aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Kegiatan yang berlangsung di Aula STIT Sunan Giri Bima ini dimulai pukul 20.00 WITA hingga selesai, dan menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi serta pengembangan ruang dialog intelektual di kalangan mahasiswa.
Melalui forum ini, Laskar Bima Craft berharap kegiatan diskusi lintas disiplin dapat terus dikembangkan sebagai wadah memperkaya wawasan, sekaligus mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang kritis, reflektif, dan adaptif terhadap berbagai dinamika kehidupan.(MA)






Post a Comment