Pemprov NTB Perkuat Literasi Energi Lewat Konten Lokal Strategis
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola informasi publik, khususnya dalam menghasilkan konten yang mendukung literasi ketahanan energi nasional.
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa komunikasi publik kini menjadi instrumen strategis dalam membentuk kesadaran dan perilaku masyarakat.
“Konten yang kita produksi harus mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap energi, dari sekadar konsumsi menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komunikasi publik yang efektif harus melalui tiga tahapan, yakni membangun kesadaran, membentuk sikap, dan mendorong perubahan perilaku. Karena itu, konten berkualitas menjadi kunci dalam menggerakkan partisipasi publik.
Ahsanul juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis lokal. Menurutnya, karakter NTB sebagai wilayah kepulauan dengan potensi energi terbarukan yang besar membutuhkan narasi yang kontekstual.
Melalui program Desa Berdaya, desa didorong menjadi pusat produksi edukasi dan narasi energi bersih.
“Ketahanan energi harus menjadi gerakan sosial, dengan desa sebagai kekuatan utama,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan informasi publik.
“Komunikasi publik harus mampu mendukung kebijakan yang transparan, akuntabel, dan mudah dipahami masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, ketahanan energi sebagai agenda prioritas nasional memerlukan dukungan komunikasi yang kuat dan terstruktur.
Bimtek ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, akademisi, serta perwakilan Dinas Kominfo kabupaten/kota se-NTB.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola informasi publik mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan narasi pembangunan sekaligus membangun budaya sadar energi di masyarakat. (Rabu/dony/her)






Post a Comment