Perluas Jejaring Akademik Asia, BOLT Sukses Gelar SEA-AFSID 2026 di Delapan Negara
Maros, Media NTB – Organisasi Balsamo Outreach for Learning and Teaching (BOLT) terus memperkuat perannya di tingkat global melalui pelaksanaan program Southeast Asia Academic Forum for Sustainable Development (SEA-AFSID) 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan, sejak akhir April hingga awal Mei 2026 ini, berhasil menjangkau 17 kota di 8 negara Asia.
Inisiatif ini merupakan implementasi dari visi awal BOLT yang dirintis di Sendai, Jepang, dengan tujuan membangun kolaborasi pendidikan lintas negara secara inklusif dan berkelanjutan. Bersama Prof. Dr. Peter John Wanner dari Tohoku University, BOLT secara konsisten mendorong kemitraan strategis antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara dan Asia secara lebih luas.
Tidak hanya berfokus pada perguruan tinggi, BOLT juga memperluas jangkauan program hingga ke tingkat sekolah dan madrasah. Di Kabupaten Maros, dua agenda utama digelar, yakni kegiatan pengabdian masyarakat di Ammesangeng serta English Day dan Asian Youth Research Competition di Bantimurung yang melibatkan FAM PII Universitas Hasanuddin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Selain itu, Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar pada Rabu, 29 April 2026. Forum tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., MH., sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan riset dan inovasi.
Rangkaian kegiatan di Sulawesi Selatan mencapai puncaknya melalui penyelenggaraan seminar internasional I-CELEBES 2026. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) lintas provinsi yang melibatkan empat perguruan tinggi dari kawasan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (SULTAN BATARA).
Universitas Muhammadiyah Barru bertindak sebagai tuan rumah, dengan kehadiran pimpinan dari Universitas Muhammadiyah Bone, STIKES Bina Bangsa Majene, serta IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kolaborasi ini mempertegas komitmen bersama dalam memperluas jejaring akademik dan memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan di kawasan timur Indonesia.
Komite Saintifik SEA-AFSID yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
“Atas dukungan, kerja sama, dan kontribusi dari berbagai pihak lintas institusi dan negara, kami menyampaikan terima kasih,” ujarnya.
Keberhasilan penyelenggaraan SEA-AFSID 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan internasionalisasi dan digitalisasi pendidikan di kawasan Asia, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antarnegara melalui jalur akademik.(MA)





Post a Comment