Porprov NTB XII 2026 Resmi Ditutup, Gubernur Miq Iqbal: Batu Loncatan Menuju PON 2028
Prosesi penutupan ditandai dengan pemadaman api Porprov oleh Gubernur yang didampingi Sekretaris Daerah NTB Abul Chair, Ketua KONI NTB H. Mori Hanafi, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, serta para kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, panitia, dan masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan Porprov XII.
"Selamat kepada para peraih medali emas, perak, dan perunggu. Bagi yang belum berhasil meraih medali, tetaplah bersemangat. Jika ditanya siapa pemenang Porprov kali ini, maka yang menang adalah kita semua," ujar Miq Iqbal.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Porprov menjadi modal penting dalam mempersiapkan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Ia menegaskan seluruh pihak harus menjadikan pengalaman selama Porprov sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan olahraga ke depan.
"Yang sudah baik harus kita tingkatkan, sementara berbagai kekurangan harus kita benahi bersama. Menjadi tuan rumah PON 2028 merupakan amanah yang harus kita persiapkan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.
Gubernur menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB menetapkan dua sasaran utama dalam Porprov XII, yakni meningkatkan prestasi atlet daerah serta mewujudkan penyelenggaraan yang profesional, akuntabel, transparan, dan bebas dari persoalan hukum maupun administrasi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan Porprov serta memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung pembinaan atlet bersama KONI kabupaten/kota sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028.
Sementara itu, Ketua KONI NTB H. Mori Hanafi melaporkan Porprov XII diikuti 51 cabang olahraga dengan mempertandingkan 702 nomor pertandingan dan lebih dari 6.000 babak pertandingan.
Beberapa cabang olahraga dengan jumlah pertandingan terbanyak di antaranya pencak silat, tinju, kempo, sepak bola, dan futsal. Secara umum seluruh pertandingan berlangsung lancar dengan hanya beberapa insiden kecil yang dapat diselesaikan dengan baik.
Selain sukses dari sisi penyelenggaraan, Porprov XII juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Sekitar 200 ribu penonton memadati berbagai arena pertandingan dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Pada klasemen akhir, Kota Mataram kembali tampil sebagai juara umum dengan raihan 200 medali emas, sekaligus mempertahankan gelar untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sehingga berhak memiliki piala bergilir secara permanen sesuai ketentuan.
Adapun perolehan medali emas masing-masing daerah sebagai berikut:
Kota Mataram – 200 emas
Kabupaten Lombok Tengah – 117 emas
Kabupaten Lombok Barat – 74 emas
Kabupaten Sumbawa Barat – 64 emas
Kabupaten Lombok Timur – 63 emas
Kabupaten Sumbawa – 54 emas
Kota Bima – 45 emas
Kabupaten Dompu – 44 emas
Kabupaten Bima – 16 emas
Kabupaten Lombok Utara – 15 emas
Menutup laporannya, Mori Hanafi menyatakan KONI NTB akan segera melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap cabang olahraga serta menyeleksi atlet-atlet terbaik untuk dipersiapkan melalui program pembinaan dan pemusatan latihan sebagai bagian dari target meraih prestasi maksimal pada PON 2028.(NM)





Post a Comment