Wali Kota Bima Buka STQH XXVIII Kelurahan Melayu, Tekankan Pembinaan Generasi Qurani
STQH menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi Qurani sekaligus meningkatkan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an dan hadis. Ajang ini juga menjadi sarana menjaring qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik untuk mengikuti kompetisi pada jenjang berikutnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bima pada 2026 menghadapi tantangan fiskal akibat penurunan kapasitas APBD lebih dari Rp300 miliar dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, kata dia, mengharuskan pemerintah melakukan efisiensi dan menetapkan skala prioritas dalam penggunaan anggaran.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan pembangunan di bidang keagamaan tetap menjadi perhatian. Ia mengapresiasi masyarakat Kelurahan Melayu yang tetap menyelenggarakan STQH melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Menurutnya, semangat gotong royong tidak hanya diwujudkan dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga melalui partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun Kota Bima yang religius.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak seluruh peserta menjadikan STQH sebagai sarana meningkatkan kemampuan dan kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta berharap dewan hakim menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas sehingga menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili Kelurahan Melayu pada tingkat berikutnya.(NM)





Post a Comment