Bupati Sumbawa Gelar Safari Penanaman Pohon ke-8 di Moyo Utara
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Forkopimda, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Camat Moyo Utara, karyawan dan karyawati pemerintah daerah, Kepala Desa Pungkit, Kepala Dusun, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menekankan pentingnya pelestarian hutan sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Kabupaten Sumbawa. Ia menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi awal kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan hutan.
“Alhamdulillah hari ini kita melakukan penanaman di wilayah Kecamatan Moyo Utara. Alhamdulillah cukup ramai, sekaligus menjadi momentum untuk memberikan sosialisasi awal kepada masyarakat,” ujar Bupati Jarot.
Bupati menjelaskan bahwa mulai tahun depan, kawasan Moyo Utara Olat Cabe akan dihentikan dari aktivitas penanaman jagung pada lahan dengan kemiringan cukup terjal. Lahan tersebut rencananya akan dialihkan untuk ditanami tanaman buah-buahan atau tanaman kayu bernilai ekonomi.
“Penanaman jagung di lahan miring akan kita hentikan dan diganti dengan tanaman buah atau tanaman kayuan yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Bupati juga meminta masyarakat untuk memahami pentingnya pelestarian hutan dan tidak melakukan penebangan hutan secara ilegal. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mencanangkan penghentian penebangan hutan serta membentuk Satuan Tugas Perlindungan Hutan Sumbawa.
“Kalau ini kita biarkan, lima sampai sepuluh tahun ke depan Sumbawa bisa menjadi seperti kabupaten-kabupaten tetangga kita yang sudah tandus,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pelestarian hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Kita harus bekerja sama menjaga hutan kita agar tetap lestari,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi menanam jagung di kawasan hutan, melainkan menggantinya dengan tanaman yang lebih bermanfaat seperti sengon, kemiri, dan berbagai jenis tanaman buah lainnya. Pemerintah daerah, kata Bupati, akan menyiapkan bibit tanaman bernilai ekonomis agar masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan penghijauan.
“Kita siapkan bibit-bibit yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga masyarakat tidak menanam tanaman yang tidak bisa dipanen,” ungkapnya.
Pada akhir sambutannya, Bupati Sumbawa menjanjikan insentif berupa seekor sapi bagi masyarakat yang berhasil menanam sengon seluas satu hektare dan tumbuh dengan baik hingga tahun kedua.
“Kalau satu hektare sengon tumbuh dengan baik sampai tahun kedua, kita berikan hadiah sapi. Tapi catatannya, sapi itu harus benar-benar dipelihara,” pungkasnya.(NM)






Post a Comment