Kondisi Bendungan Bintang Bano dan Tiu Suntuk Terkini, Pemkab Sumbawa Barat Imbau Warga Waspada


Sumbawa Barat, Media NTB – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan pembaruan kondisi terkini Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk berdasarkan hasil pemantauan pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 14.40 WITA.


Informasi tersebut disampaikan Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Sumbawa 1, Nazaruddin, sebagai bagian dari upaya pengendalian dan pemantauan kondisi bendungan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.


Berdasarkan hasil pemantauan, Bendungan Bintang Bano tercatat memiliki Tinggi Muka Air (TMA) 110,26 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Elevasi mercu pelimpah berada pada ketinggian 115,50 Mdpl, sedangkan elevasi puncak bendungan 120,00 Mdpl. Bukaan gate pelimpah masing-masing 50 sentimeter pada Gate 1 dan Gate 2, dengan kondisi pelimpah bebas nihil.


Pada bagian intake, bukaan HJV 0,90 meter berada pada posisi 50 persen, dengan total outflow mencapai 51,41 meter kubik per detik. Kondisi cuaca di wilayah hulu bendungan dilaporkan hujan lebat.


Sementara itu, Bendungan Tiu Suntuk tercatat memiliki TMA 92,84 Mdpl. Elevasi mercu pelimpah berada pada ketinggian 93,50 Mdpl, dengan elevasi puncak bendungan 98,00 Mdpl. Bukaan gate pelimpah masing-masing 55 sentimeter pada Gate 1 dan Gate 2, dengan kondisi pelimpah bebas nihil.


Pada sistem intake Bendungan Tiu Suntuk, bukaan HJV 0,50 meter berada pada posisi 50 persen, sedangkan HJV 0,90 meter pada posisi 0 persen. Total outflow tercatat sebesar 57,29 meter kubik per detik, dengan kondisi cuaca di sekitar bendungan gerimis.


Lebih lanjut, Nazaruddin menjelaskan bahwa hasil pemantauan di wilayah hilir menunjukkan ketinggian air sungai di sekitar Jembatan Kelurahan Dalam berada pada posisi tiga trap bronjong dan masih dalam kondisi terkendali.


Namun demikian, sebagai langkah antisipasi, apabila ketinggian air sungai terus meningkat, maka pengurangan bukaan pintu bendungan akan dilakukan secara bertahap guna mengendalikan debit aliran dan meminimalisir potensi risiko terhadap masyarakat serta infrastruktur di wilayah hilir.


Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pengelolaan bendungan berjalan aman dan terkendali. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi, serta menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai dan area bendungan saat terjadi peningkatan debit air.

(NM/Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.