Pemkot Bima Gelar Imtaq dan Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H, Wawali Ajak ASN Perkuat Iman dan Profesionalisme
Kegiatan Imtaq ini dihadiri Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H., didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat, Lurah, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bima dari berbagai unit kerja.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Bima menekankan pentingnya menjadikan momentum Imtaq dan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai sarana muhasabah atau introspeksi diri, baik bagi PNS, PPPK Penuh Waktu, maupun PPPK Paruh Waktu.
“Tanggalkan sejenak urusan yang bersifat duniawi. Mari jadikan momentum ini sebagai majelis pembelajaran dan muhasabah untuk meningkatkan iman dan takwa kita,” ujar Feri Sofiyan di hadapan ASN.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami makna perjalanan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW untuk kemudian dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Isra’ merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sementara Mi’raj adalah perjalanan menuju langit hingga Sidratul Muntaha, di mana Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu.
“Peristiwa spiritual ini mengajarkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta serta hubungan dengan sesama manusia. Ini menggugah kesadaran moral kita akan pentingnya menegakkan shalat lima waktu sebagai tiang agama,” ungkapnya.
Sebagai pimpinan daerah, Wakil Wali Kota Bima mengajak seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, nilai Iman dan Taqwa (Imtaq) bagi ASN sangat fundamental karena tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja, tetapi juga bernilai ibadah.
“Imtaq berfungsi sebagai benteng moral dan penggerak perilaku ASN agar sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam dalam pelayanan publik. ASN memiliki dua peran sekaligus, sebagai abdi negara dan sebagai hamba Allah SWT,” tegasnya.
Ia pun mengibaratkan birokrasi sebagai satu kesatuan tim yang harus bergerak selaras. “Kita adalah satu keluarga, satu tim. Ibarat sebuah mobil yang mesinnya bergerak secara sistematis. Semoga momentum ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” imbuhnya.
Sementara itu, uraian hikmah Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Hisyam, M.Pd.I, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Bima, perguruan tinggi Islam yang fokus pada kajian Al-Qur’an dan keislaman.(NM)





Post a Comment