Menaker RI Bekali ASN Sumbawa Barat, Dorong Revitalisasi BLK dan Growth Mindset


Sumbawa Barat, Media NTB – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., memberikan pembekalan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumbawa Barat dalam kunjungan kerjanya ke daerah tersebut. Pembekalan disampaikan melalui kuliah umum bertajuk “Peran Pemerintah Daerah dalam Membangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang digelar di Graha Praja.


Kegiatan ini dihadiri Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., Vice President of Social Impact Priyo Pramono, Dirjen Binalavotas Darmawansyah, S.T., M.Si., Staf Khusus Menaker Indra, S.H., M.H., serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumbawa Barat.


Dalam sambutannya, Bupati Amar Nurmansyah mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa Barat masih bertumpu pada sektor pertambangan, khususnya PT. AMNT. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya mengurangi ketergantungan tersebut dengan memperkuat sektor non-tambang.


“Alhamdulillah, sektor non-tambang tumbuh positif rata-rata 7–8 persen per tahun, di atas rata-rata nasional. APBD Sumbawa Barat juga sangat sehat, bahkan di penghujung 2025 pendapatan daerah mencapai 140 persen,” ujar Bupati.


Bupati juga menyinggung pentingnya revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah berdiri sejak 2012. Menurutnya, meski angka pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 4,7 persen menjadi 3,15 persen pada akhir 2025, serapan tenaga kerja lokal masih belum optimal.


Pada proyek pembangunan smelter yang menyerap sekitar 12.000–14.000 tenaga kerja, hanya sekitar 2.700 orang berasal dari tenaga kerja lokal. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Karena itu, industrialisasi ketenagakerjaan dan revitalisasi BLK menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.


Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menyoroti berbagai tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi saat ini dan ke depan, mulai dari skill mismatch, keterbatasan akses pelatihan berkualitas, dominasi sektor informal, hingga rendahnya produktivitas tenaga kerja.


Ia juga mengingatkan tantangan masa depan seperti otomatisasi, digitalisasi, berkembangnya green jobs, perubahan pola kerja, serta persaingan tenaga kerja antar daerah dan global.


Dalam konteks birokrasi, Prof. Yassierli menekankan pentingnya perubahan pola pikir ASN melalui penerapan growth mindset, meaningful work, dan profesionalisme. ASN diharapkan mampu bekerja dengan integritas, memberikan pelayanan terbaik, berinisiatif melampaui tupoksi formal, serta terus berinovasi.


Sebelum memberikan kuliah umum, Menteri Ketenagakerjaan menghadiri Pengarahan Menteri pada Acara Penguatan Budaya K3 dengan pendekatan People-Centric Safety di Townsite PT. AMNT. Kunjungan kerja di Sumbawa Barat kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan BLK di Telaga Bertong sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketenagakerjaan di daerah.(NM/Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.