Revitalisasi BLK Dimulai, Menaker RI Letakkan Batu Pertama di Sumbawa Barat
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., serta Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Kaharuddin Umar, bersama jajaran Forkopimda.
Revitalisasi BLK ini bertujuan memperkuat pelatihan vokasi yang berorientasi pada penempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pencari kerja di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pada tahap awal, pembangunan BLK akan dibarengi dengan kerja sama bersama United Tractors (UTI) dalam pelaksanaan pelatihan yang disesuaikan langsung dengan kebutuhan industri.
“Pelatihan ini difokuskan pada penyiapan tenaga kerja siap pakai bagi angkatan kerja di Sumbawa Barat,” ujar Bupati Amar Nurmansyah.
Selain sektor industri, Pemerintah Daerah juga merancang pembukaan kelas-kelas pelatihan yang mengarah pada peluang kerja lainnya, termasuk penempatan pekerja migran ke luar negeri. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab KSB telah menjalin komunikasi dengan sejumlah vendor yang memiliki akses penempatan tenaga kerja migran sesuai keahlian tertentu.
Bupati berharap adanya dukungan penuh dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, baik dalam penyediaan instruktur, program pelatihan, hingga dukungan pembiayaan. Ia juga mendorong adanya kebijakan pembiayaan pelatihan dan penempatan pekerja migran melalui kerja sama dengan bank daerah guna mempercepat realisasi program BLK.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menegaskan bahwa BLK di Kabupaten Sumbawa Barat akan direvitalisasi menjadi pusat pelatihan vokasi yang profesional dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, pelatihan vokasi merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menaker juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dunia industri, swasta, dan masyarakat di KSB. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem pelatihan vokasi yang efektif dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, pengembangan kompetensi di BLK harus selaras dengan kebutuhan industri masa kini, termasuk di bidang teknologi informasi, digital marketing, hingga artificial intelligence (AI). Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi berbagai pihak, Kabupaten Sumbawa Barat diharapkan mampu menjadi contoh daerah di Indonesia timur dengan kualitas ketenagakerjaan unggul dan peluang kerja yang semakin luas.(NM)






Post a Comment