Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Penajaman Program TA 2026, Bupati Tekankan Eksekusi Awal dan Akuntabilitas


Selong, Media NTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan dan Penajaman Program Kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2026 di Pendopo Bupati Lombok Timur, Rabu (14/01/2026). Rakor ini menjadi forum strategis untuk memastikan kesiapan seluruh perangkat daerah dalam mengeksekusi APBD 2026 secara tepat waktu, tertib, dan akuntabel.


Rakor diawali dengan laporan Sekretaris Daerah Lombok Timur, HM Juaini Taofik, yang menyampaikan bahwa kinerja pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya menunjukkan capaian sangat positif. Realisasi pendapatan daerah mencapai 99,5 persen, belanja daerah 98,35 persen, sementara transfer keuangan daerah melampaui target dengan capaian 101,03 persen. Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 99,5 persen disebut sebagai yang tertinggi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.


Sekda menegaskan bahwa kesiapan Pemerintah Daerah Lombok Timur dalam melaksanakan APBD 2026 telah berada pada kondisi optimal, baik dari sisi perencanaan maupun struktur kelembagaan perangkat daerah.


Lebih lanjut dijelaskan, tahun 2026 menjadi momentum penting dengan diberlakukannya secara penuh Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 sebagai perubahan kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dalam regulasi tersebut, kewenangan pengelolaan anggaran kembali melekat pada Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sesuai amanat PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.


Sekda juga mengingatkan agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman istilah PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam konteks pengadaan barang dan jasa dengan PPK dalam penatausahaan keuangan daerah, karena keduanya memiliki fungsi dan dasar hukum yang berbeda. Seluruh bendahara penerimaan dan pengeluaran telah ditetapkan, sehingga kegiatan operasional perangkat daerah dapat berjalan sejak awal tahun anggaran.


Dalam arahannya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengapresiasi capaian kinerja keuangan daerah tahun 2025 yang dinilainya sangat baik. Pendapatan daerah melampaui target hingga di atas 101 persen, PAD mencapai 99,5 persen, dan belanja daerah terealisasi sebesar 98,35 persen. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dinilai menunjukkan kinerja nyata dan terukur.


Bupati juga menyoroti sejumlah isu strategis daerah, antara lain penanganan infrastruktur seperti jembatan putus di Lendang Nangka Utara, pengembangan Dermaga Labuhan Haji, serta meningkatnya minat investor nasional dan internasional. Bahkan, disebutkan adanya rencana investasi pabrik rokok dari investor asal Tiongkok yang secara khusus memilih Lombok Timur sebagai lokasi investasi.


Menghadapi TA 2026, Bupati menegaskan agar seluruh program yang telah difinalkan dapat segera dieksekusi sejak awal tahun dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Ia menekankan bahwa tidak ada lagi istilah pimpinan proyek, melainkan tanggung jawab penuh berada pada Kepala OPD sebagai PA dan KPA.


“Tidak ada kata puas dalam pengelolaan keuangan daerah, terutama PAD. Kita harus terus bersyukur, namun tetap bekerja lebih baik,” tegas Bupati.


Menutup arahannya, Bupati menyampaikan komitmennya untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke OPD pada tahun 2026 serta membuka ruang komunikasi langsung bagi perangkat daerah apabila terdapat hal-hal penting yang perlu segera dilaporkan. (NM/Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.